Berita Nasional

Muncul Anggaran BGN Rp 6,9 Miliar untuk Belanja Kaus Kaki, Anggaran Makan Justru Paling Kecil

Data menunjukkan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 lebih banyak terserap ke sektor penunjang. 

TRIBUN MEDAN/HO//INAPROC
KAOS KAKI BGN - BGN anggarkan pakaian Rp623,3 miliar, mencakup berbagai kebutuhan mulai dari seragam, sepatu, hingga aksesoris. Salah satu yang paling mencolok adalah belanja kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar. (INAPROC) 

TRIBUN-MEDAN.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang pemerintah sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat kembali menuai sorotan. 

MBG adalah program nasional yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Namun, kritik muncul bukan pada konsepnya, melainkan pada komposisi anggaran yang dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama: penyediaan makanan.

Data menunjukkan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 lebih banyak terserap ke sektor penunjang. 

Pos belanja terbesar justru dialokasikan untuk kendaraan operasional, dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun.

Dari jumlah itu, Rp1,2 triliun digunakan untuk pengadaan sepeda motor listrik merek Emmo Mobility melalui sistem e-Katalog 6.0.

Dari kendaraan, perangkat teknologi, hingga kebutuhan penunjang seperti kaos kaki.

Kendaraan Serap Anggaran Jumbo

Data yang beredar memperlihatkan belanja kendaraan menjadi pos terbesar, dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun.

Dari jumlah itu, sekitar Rp1,2 triliun dialokasikan khusus untuk pengadaan sepeda motor listrik.

Motor listrik tersebut dibeli melalui sistem e-Katalog 6.0 dari perusahaan Yasa Artha Trimanunggal, dengan merek Emmo Mobility.

Tercatat dua tipe yang masuk pengadaan, yakni JVH Max seharga Rp49,95 juta dan JVH GT Rp48,84 juta per unit, termasuk layanan distribusi ke berbagai daerah.

Besarnya angka ini langsung mengundang perhatian.

Pasalnya, kendaraan hanya berfungsi sebagai penunjang operasional, bukan inti dari program MBG itu sendiri.

Teknologi dan SPPG Ikut Dominan

Di bawah kendaraan, anggaran terbesar berikutnya mengalir ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai Rp1,26 triliun.

Tak berhenti di situ, belanja perangkat keras dan komputer juga menyedot dana cukup besar, yakni Rp830,1 miliar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved