Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Komnas HAM Minta Kasus Andrie Yunus Ditangani Oleh Bareskrim, Potensi Hilangkan Barang Bukti
Menurutnya, agar ada kesetaraan level antara Polri dan TNI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
TRIBUN-MEDAN.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta penanganan kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus ditarik ke Bareskrim Polri.
Saat ini kasus tersebut ditangani di Polda Metro Jaya bersamaan dengan TNI lantaran pelakunya merupakan personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
“Komnas HAM menyatakan Bareskrim Polri perlu mengambil alih kasus ini,” kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al Rahab kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Adapun ia mengungkapkan alasan mengapa kasus ini perlu ditangani oleh Bareskrim Polri.
Menurutnya, agar ada kesetaraan level antara Polri dan TNI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Usai Pergoki Suami Selingkuh, Clara Shinta Ngaku Tak Dinafkahi, Telepon Pengacara Sunan Kalijaga
“Agar kasus ini terbuka terang-benderang dan bisa cepat prosesnya. Karena semakin lama berproses, ada potensi ruang untuk penghilangan barang bukti,” ujar dia.
“Yang kedua, ini kan Danpuspom di TNI. Nah, kalau ini masih di Polda. Polda kan levelnya Kombes tuh yang nangani, makanya saya dorong Bareskrim agar otoritas yang digunakan juga memadai untuk membuka kasus ini,” sambungnya.
Menurutnya, Polri tidak boleh berhenti melakukan proses penyelidikan. Meski dalam hal ini, pelakunya merupakan prajurit TNI.
Baca juga: Prediksi Kenaikan Harga BBM Non-subsidi 1 April 2026, Bukan Rp 17.850
“Tapi ini pasti harus dibuka keterlibatan banyak pihak, dan itu kan di Polri. Nah, makanya saya bilang Mabes Polri melalui Bareskrim mesti masuk ini sekarang, supaya bisa lebih cepat,” tuturnya.
Di sisi lain, ia juga meminta agar Polri perlu menyampaikan ke publik terkait langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam proses penyelidikan dalam kasus tersebut.
“Nah, saya rasa kalau langkah-langkah seperti itu dilakukan maka kasus ini akan bisa terbuka lebih lebar. Kan banyak berulang kasus seperti ini, ya kan? Apakah kasus ini saling berkait? Ya kan? Kita kan belum tahu hari ini,” jelas dia.
Sebelumnya, Kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus sudah mulai terang setelah identitas terduga pelaku sudah muncul ke publik.
Dalam hal ini, Polda Metro Jaya telah mengumumkan dua inisial pelaku yang disebut eksekutor penyiraman air keras yakni BHC dan MAK.
Baca juga: Posting Soal Andrie Yunus, Ketua Badan Koordinasi HMI Jabar Diteror Bakal Senasib Andrie
Sementara itu, dari versi TNI, sebanyak empat prajuritnya diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
| 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus Ditahan, Akan Dititip di Tahanan Super Security Maximum |
|
|---|
| Tampang 2 Pelaku Penyiram Andrie Yunus Ditampilkan, Pada Metro Jaya Pastikan Asli Bukan AI |
|
|---|
| AKHIRNYA Terungkap Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis Andrie Yunus, 4 Prajurit dari Bais TNI |
|
|---|
| Mabes TNI Bakal Selidiki dan Janji Transparan, Oknum Prajurit Diduga Terlibat Kasus Andrie Yunus |
|
|---|
| Kondisi Terbaru Aktivis KontraS Andrie Yunus, Mata Kanan Nyaris Buta, Permukaan Kornea Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wajah-dua-terduga-pelaku-penyiraman-air-keras-ke-Andrie-Yunus.jpg)