Berita Viral

PRABOWO Janji Tangkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: Ini Terorisme

Presiden Prabowo Subianto mengutuk pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi untuk membongkar kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Kepala Negara mendesak aparat agar kasus teror tersebut diusut tuntas, termasuk ke pihak yang menyuruh mereka. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto mengutuk pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. 

Kata Prabowo, pelaku penyiraman air keras sungguh jahat dan tak bermoral.  

Polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam penyiraman air keras ke Andrie Yunus yang terjadi apda Kamis (12/3/2026). 

Prabowo menegaskan apa yang dilakukan para tersangka adalah tindakan biadab.

Bahkan, dirinya menyebut insiden ini setara dengan aksi terorisme. 

Prabowo memerintahkan agar aparat mengusut kasus ini hingga tuntas dan menangkap aktor intelektualnya.

"Ini terorisme, tindakan biadab, harus kita kejar dan harus kita usut. (Sampai aktor intelektualnya harus ditangkap?) Termasuk siapa yang nyuruh, siapa yang bayar," katanya saat bertemu dengan jurnalis dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (19/3/2026).

Dia juga menegaskan tidak akan melindungi pelaku meski berasal dari pemerintahan.

Namun, Prabowo turut berharap jika aktor intelektual bukan bagian dari pemerintahan, maka pengusutan secara maksimal juga harus dilakukan.

"(Jika aktor intelektual dari pemerintahan apakah akan dilindungi?) Tidak akan, saya jamin. Tapi sebaliknya, kalau ini provokator yang bukan dari pemerintah, jelas kita akan usut kok," tegasnya.

Baca juga: Sat Reskrim Polres Batubara Gelar Jumat Berkah, Bagikan Sembako dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Baca juga: SAR Gabungan Polda Sumut Temukan Korban Tenggelam di Sungai Silau Asahan, Satu Anak Masih Dicari

Di sisi lain, Prabowo menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya tidak pernah membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

"Dibandingkan dengan banyak negara, apa kita batasi nggak? Coba rasakan. TikTok, fake news, hoaks, kebohongan yang disiarkan setiap hari, coba dilihat. Coba bandingkan dengan yang lain," katanya.

Namun, dia juga meminta publik agar melihat adanya pihak yang memang ingin memprovokasi.

Prabowo juga mengatakan hal tersebut telah lama terjadi di berbagai negara di mana ada pihak yang mengatasnamakan pihak lain untuk melakukan aksi teror.

"Kadang-kadang kan peristiwa itu dibuat seolah untuk provokasi. Itu ada buku intelijen, itu namanya false flag operation, di mana melakukan aksi teror yang seolah-olah dilakukan Palestine padahal aslinya Mossad," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved