Berita Viral

Ditekan Pakistan, Israel Akhirnya Hapus Dua Nama Ini dari Daftar Target Operasi Pembunuhan

Pihak otoritas Pakistan meminta Amerika Serikat (AS)  untuk menekan Israel agar tidak menargetkan dua pejabat tinggi Iran. 

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/KEMENTERIAN LUAR NEGERI IRAN VIA KOMPAS.COM
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (tengah) saat tiba untuk negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat di Muscat, Oman, 6 Februari 2026 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pihak otoritas Pakistan meminta Amerika Serikat (AS)  untuk menekan Israel agar tidak menargetkan dua pejabat tinggi Iran. 

Kedua pejabat tinggi yang dimaksud ialah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Baqher Ghalibaf.

Atas permintaan Pakistan ke Amerika Serikat tersebut, kini Israel dikabarkan menghapus keduanya dari daftar target, menurut sumber Pakistan yang mengetahui pembahasan tersebut, dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026).

"Israel memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka, kami memberi tahu AS bahwa jika mereka juga dieliminasi maka tidak ada lagi yang bisa diajak bicara, oleh karena itu AS meminta Israel untuk mundur," kata sumber tersebut kepada Reuters, Kamis (26/3/2026).

Laporan ini menambah dimensi baru dalam upaya diplomasi yang tengah berlangsung di tengah konflik Iran dan Israel.

Reuters telah meminta tanggapan dari pihak militer dan Kementerian Luar Negeri Pakistan, namun belum ada tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Militer Israel juga menolak berkomentar, sedangkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum merespons permintaan konfirmasi.

Sementara, Wall Street Journal melaporkan bahwa kedua pejabat Iran itu untuk sementara dihapus dari daftar target Israel seiring adanya peluang pembicaraan damai.

Mengutip pejabat AS, laporan itu menyebut penghapusan dilakukan untuk sementara, tetapi tidak menjelaskan keterlibatan Pakistan.

Pakistan mediator AS-Iran

Pakistan bersama Mesir dan Turkiye disebut berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington dalam upaya mengakhiri konflik. 

Islamabad juga menjaga komunikasi langsung dengan kedua pihak, di tengah terbatasnya saluran diplomatik bagi negara lain.

Bahkan, Pakistan dipandang sebagai salah satu lokasi potensial untuk penyelenggaraan perundingan damai.

Di sisi lain, Iran sedang meninjau proposal 15 poin dari Presiden AS Donald Trump yang dikirim melalui Pakistan.

Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan, seperti penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi, penghentian pengayaan, pembatasan program rudal balistik, serta penghentian dukungan terhadap sekutu regional Iran.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved