Berita Viral

PILU Istri Brimob Korban KDRT hingga Pendarahan Kepala dan Telinga, Bripka Raihan Kini Ditahan

Seorang anggota Brimob Polda Maluku Utara dilaporkan melakukan KDRT terhadap istrinya.

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Seorang anggota Brimob Polda Maluku Utara bernama Bripka Raihan (37) ditahan karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri, Pipin Wulandari (36). Saat ini Pipin masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara. (Istimewa/Tribunternate.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang anggota Brimob Polda Maluku Utara bernama Bripka Raihan (37) dilaporkan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Korban adalah istrinya sendiri, bernama Pipin Wulandari (36).

Ia mengalami pendarahan hebat di kepala, telinga, dan hidung.

Saat ini Pipin masih idrawat intensif di RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara. 

Ia dikabarkan harus menjalani operasi akibat insiden penganiayaan.

Keluarga Pipin saat ini juga masih berada di RSUD Chasan Boesoirie dan terus memantau kondisinya.

Dilansir TribunTernate.com, suami Pipin merupakan salah satu anggota Brimob Polda Maluku Utara bernama Bripka Raihan (37).

Dia saat ini berdinas di Batalyon C Bacan Satbrimob Polda Maluku Utara.

Ibu Pipin, Tomijan Yasim, mengungkapkan peristiwa KDRT tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 22.28 WIT di kediaman Pipin dan Raihan di Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara. 

Tomijan mengaku menerima pesan singkat dan telepon dari putrinya yang meminta pertolongan dalam kondisi lemas.

“Dalam pesan WhatsApp dan telepon itu korban (Pipin) memanggil saya untuk datang melihatnya karena merasa sudah tidak berdaya,” kata Tomijan, Senin (23/3/2026).

Saat dirinya tiba di lokasi, Pipin ditemukan terbaring lemas dengan perdarahan di bagian hidung, telinga, serta kepala. 

Pipin sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam kemudian dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara untuk tindakan operasi darurat karena adanya perdarahan di kepala akibat benturan

Tomijan membeberkan ini bukan kali pertama anaknya mengalami kekerasan. 

Sejak menikah pada November 2025, korban diduga berulang kali menjadi sasaran penganiayaan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved