Berita Viral

SETELAH Beda Kubu, Roy Suryo Tuding Ijazah Rismon Sianipar Palsu: Saya Juga Agak Bertanya-Tanya

Setelah tidak sependapat lagi soal Ijazah sarjana Jokowi, Roy Suryo soroti ijazah Rismon Sianipar. 

(Tribunnews)
KASUS IJAZAH JOKOWI - Pakar telematika, Roy Suryo menanggapi santai soal status tersangka yang disematkan kepadanya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) palsu saat datang ke Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Ia mengaku menghormati penyidikan polisi dan hanya tersenyum atas status tersangka itu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah tidak sependapat lagi soal Ijazah sarjana Jokowi, Roy Suryo soroti ijazah Rismon Sianipar

Rismon Sianipar meninggalkan Roy Suryo yang masih menuding Jokowi memiliki ijazah palsu dari UGM. 

Rismon Sianipar sudah meminta maaf ke Jokowi dan menyatakan bahwa ijazah Jokowi itu asli dan sesuai dengan penelitian terbarunya. 

Rismon Sianipar membuat Roy Suryo kecewa. 

Kini Roy Suryo menyoroti ijazah Rismon. 

Roy menyebut ijazah S2 dan S3 milik Rismon Sianipar diduga palsu.

Roy Suryo menyoroti penggunaan gelar Doctor of Engineering atau Dr Eng yang tidak lazim digunakan di Jepang.

Gelar S2 dan S3 Rismon diketahui diperoleh dari Universitas Yamaguchi Jepang.

Kini, Rismon Sianipar yang sebelumnya satu kubu dengan Roy Suryo menggugat ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan publik karena diduga ijazahnya palsu.

Sosok Rismon Sianipar juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dengan kasus dugaan ijazah S2 dan S3 palsu dari Universitas Yamaguchi.

Dalam buku Jokowi's White Paper, Roy Suryo mengatakan gelar pada nama Rismon Sianipar tertulis Dr. Eng.

Pakar telematika itu mengaku awalnya sudah cukup bingung dengan gelar Dr. Eng. Rismon.

Roy menilai gelar tersebut lazimnya didapatkan dari perguruan tinggi di Jerman seperti gelar yang didapatkan oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie hingga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro.

"Saya pun waktu itu juga sempat agak bertanya dikit gitu karena Dr. Eng. itu enggak lazim untuk gelar di Jepang. Biasanya Jerman. Kita ingat dulu zaman Pak Habibie, Pak Wardiman itu kan Eng. Nah itu memang Jerman. Jarang Jepang menggunakan itu," kata Roy Suryo, dikutip Tribunnews dari tayangan di kanal YouTube Nusantara TV pada Senin (23/3/2026).

"Tapi saya waktu itu bilang, mungkin saja ada kelas internasional yang begitu dan orang mungkin bisa memilih antara PhD atau Dr. Eng. atau doktor saja," lanjutnya.

Baca juga: BOLAK-BALIK Kunjungan ke Luar Negeri, Prabowo Sebut demi Ekonomi Masyarakat Indonesia

Baca juga: Pasar Simpang Limun Medan Masih Sepi di H+3 Lebaran, Pedagang Pilih Tutup Lapak Lebih Awal

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved