Berita Viral

PETASAN Maut di Semarang, Bocah 9 Tahun Tewas dan Rumah Porak-poranda, Beli Bahan di TikTok Shop

Kepolisian mengungkap fakta baru di balik insiden petasan maut yang menghancurkan sebuah rumah di Semarang

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
PETASAN MAUT - Bocah berinisial G (9 tahun) tewas setelah ledakan hebat mengguncang rumahnya di kawasan Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026).(KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepolisian mengungkap fakta baru di balik insiden petasan maut yang menghancurkan sebuah rumah di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) dini hari.

Bahan peledak yang menewaskan seorang bocah sekolah dasar (SD) berinisial G (9) tersebut diduga kuat dibeli melalui platform media sosial TikTok Shop.

Temuan ini memicu penyelidikan lebih mendalam terkait peredaran bahan berbahaya secara daring (online). 

Kapolrestabes Semarang Brigjen M Syahduddi mengungkapkan bahwa salah satu penghuni rumah berinisial T diduga membeli bahan peledak tersebut secara mandiri. 

"Ini ada hal menarik, dari keterangan pemilik rumah, ada anak yang membeli bahan peledak dari TikTok Shop. Ini sedang kita dalami jaringannya," tegas Syahduddi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Jumat sore. 

Polisi kini tengah memburu penjual dan pemasok bahan berbahaya tersebut. 

Syahduddi juga memastikan bahwa rumah lokasi kejadian bukanlah tempat produksi petasan, melainkan rumah warga biasa. 

"Itu rumah warga biasa, yang bersangkutan tinggal bersama neneknya," imbuhnya. 

Baca juga: Mobil HR-V Bawa Petasan Ludes Terbakar di Tengah Pawai Takbiran, Warga Dengar Suara Ledakan

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 01.10 WIB. 

Ledakan yang berasal dari dalam rumah tersebut mengakibatkan G (9) meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Selain korban jiwa, dua penghuni rumah lainnya dilaporkan mengalami luka ringan. 

Kekuatan ledakan mercon tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan. 

Atap genteng dan plafon rumah ambrol, bahkan kaca jendela rumah di seberang lokasi pecah akibat tekanan udara yang kuat. 

Ketua RT 1 RW 9, Syarifuddin, menyebutkan bahwa suara dentuman terdengar sangat keras hingga radius ratusan meter. 

"Kalau suara ledakan dengar. Padahal jaraknya sekitar 150 meter. Melihat kondisi fisik rumahnya yang rusak seperti itu, berarti getarannya gede. Dalamnya sudah jebol, plafonnya ambrol," kata Syarifuddin. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved