Berita Viral
3 Dugaan Aktor di Balik Kasus Andrie, Ada Pria Berseragam Ojol, TNI DIsebut Tiba-tiba Ambil Alih
Publik tidak hanya menyoroti kejanggalan pengambilalihan yurisdiksi penyelidikan oleh TNI dari tangan Kepolisian,
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus masih terus jadi sorotan.
Seperti diberitakan Wakil Koordinator KontraS jadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) lalu.
Siapa pelaku sebenarnya dan siapa otak di balik penyerangan tersebut masih jadi tanda tanya.
Baca juga: Daftar 24 Pemain Timnas, Ada Elkan Baggott, Sandy Walsh dan Jay Idzes, Marc Klok Dicoret
Publik tidak hanya menyoroti kejanggalan pengambilalihan yurisdiksi penyelidikan oleh TNI dari tangan Kepolisian, tetapi juga mendesak aparat untuk mengungkap sosok aktor intelektual di balik serangan brutal tersebut.
Baca juga: 90 Link Twibbon Hari Raya Idul Fiitri 1447 H, Cara Membuat Twibbon dengan Foto Desain Terkini
Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus Aktivis 98, Ubedilah Badrun, menyoroti adanya kemiripan pola penanganan kasus ini dengan tragedi yang pernah menimpa mantan senior penyidik KPK, Novel Baswedan.
Ia meragukan kasus ini akan menyentuh dalang utama jika aparat penegak hukum hanya berhenti pada eksekutor lapangan dengan merekayasa dalih "dendam pribadi".
Ubedilah menegaskan bahwa serangan ini merupakan imbas dari ketersinggungan kelompok tertentu atas kritik keras Andrie Yunus terhadap wacana penguatan militerisme dalam Undang-Undang TNI.
Menurutnya, ini adalah pertarungan nyata antara demokrasi dan militerisme.
"Jangan-jangan polanya akan sama, motifnya karena enggak suka secara pribadi gitu terhadap Andrie Yunus karena mengkritik identitasnya sebagai bagian dari tentara misalnya. Kan mungkin saja motifnya begitu nanti dikonseptualisasinya begitu," ujar Ubedilah dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).
3 Dugaan Siapa Dalangnya
Terkait siapa dalang di balik peristiwa nahas ini, Ubedilah memaparkan tiga analisis dugaan yang saling beririsan.
Analisis pertama mengarah pada logika komando di dalam tubuh Badan Intelijen Strategis (BAIS).
Dalam struktur militer, sangat mustahil prajurit aktif melakukan tindakan fatal dan berisiko tinggi tanpa adanya perintah langsung dari atasan.
Oleh karena itu, dugaan kuat mengarah pada pimpinan di institusi tersebut, mengingat keempat terduga pelaku yang diamankan berasal dari BAIS.
Dugaan kedua menyoroti keterlibatan oknum tentara aktif yang menduduki jabatan strategis di lingkaran Istana.
Posisi ganda ini memungkinkan adanya inisiatif pribadi untuk "menunjukkan jasa" pengamanan kepada pimpinan tertinggi negara, atau justru bertindak murni atas perintah petinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggota-Bais-TNI-penyiram-air-keras-Andrie-Yunus.jpg)