Berita Viral

DAPUR MBG Diduga Milik Cucu Menteri Pangkas Anggaran, Wakil Kepala BGN: Hentikan Selamanya

Kepala SPPG bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara mendatangi Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang di Blitar. 

Kompas.com
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) bersama Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (kedua kanan) mengikuti rapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala SPPG bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara mendatangi Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang di Blitar. 

Dua orang Kepala SPPG ini Syafi'i bersama Rizal Zulfikar Fikri mengaku anggaran sering dipotong oleh cucu menteri. 

Mereka memiliki beban yang berat. 

Anggaran Rp10.000 per porsi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), disebut-sebut hanya digunakan Rp6.500. Sisanya? Tak pernah jelas ke mana.

Agar makanan tetap layak, mereka kerap menombok dari uang pribadi.

Namun bukan hanya soal uang. Tekanan datang bertubi-tubi. Mereka mengaku diintimidasi oleh pihak yayasan yang menaungi dapur tersebut, bahkan disebut-sebut mengaku sebagai “cucu menteri”.

Rasa lelah akhirnya memuncak.

Akhir pekan itu, keduanya nekat menemui Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, hingga ke Blitar.

Bukan sekadar mengadu, mereka mencari perlindungan.

Di hadapan Nanik, suara Syafi’i pecah. Air mata tak bisa ditahan lagi.

Di balik seragam sederhana mereka, ada rasa tanggung jawab yang besar, bukan hanya sebagai pengelola dapur, tapi juga sebagai penjaga harapan anak-anak yang menanti makanan layak setiap hari.

"Yayasan yang membawahi kedua SPPG itu disinyalir juga telah merekayasa pembelian bahan pangan. Dari bujet Rp 10.000 per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp 6.500 per porsi," tulis BGN, dalam keterangannya, Senin (16/3/2026). 

Akibat pemotongan bujet porsi ini, para kepala SPPG kerap nombok, alias menutup kekurangan dari kantong pribadi, supaya menu MBG tetap terlihat pantas.

Ketika curhat kepada Nanik, dua kepala SPPG yang ditekan ini sampai menangis.

“Mau enggak mau, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” ucap Syafi'i, sambil terisak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved