Berita Viral

KRONOLOGI Kades Hoho Alkaf Dikeroyok Gegara Ada Anggota LSM Kalah Seleksi Perangkat Desa

Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf  dikeroyok oleh sejumlah orang di balai desa. 

TRIBUN JATENG
KEPALA DESA VIRAL - Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf sedang menjadi perbincangan warganet karena tato yang ada di seluruh tubuhnya. Hoho Alkaf saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berikut sosok dan rekam jejak Hoho Alkaf. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf  dikeroyok oleh sejumlah orang di balai desa. 

Kepala desa nyentrik ini dikeroyok pada Rabu (11/3/2026). 

Pukulan tersebut bahkan mengenai kacamatanya hingga remuk. 

Imbasnya, kacamata yang dikenakan Hoho pecah, pakaian yang dipakainya robek, bahkan atribut kepala desanya ikut terlepas.

"Pukulan menghujani dari belakang, samping, depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho dalam unggahan melalui media sosial pribadinya @hoho_alkaff, dikutip dari TribunBanyumas, Jumat (13/3/2026).

"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-ketarik," sambung dia. 

Baca juga: ISI SURAT Anies Baswedan ke Andrie Yunus Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras

Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Gang Kopral Siantar, Seorang Residivis Ditangkap

Diketahui Hoho Alkaf menjadi sasaran kemarahan massa lantaran salah satu anggota LSM gagal dalam proses penjaringan perangkat desa.

Massa menuntut agar tahapan seleksi yang telah sampai pada tahap pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali.

Namun permintaan tersebut ditolak pemerintah desa karena proses penjaringan perangkat desa disebut telah dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Hoho menegaskan tidak akan membatalkan hasil seleksi perangkat desa hanya karena tekanan dari pihak tertentu.

Soroti Aparat Kepolisian

Hoho juga menyoroti sikap aparat keamanan yang dinilai tidak sigap dalam mengendalikan situasi.

Ia menilai aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak memberikan perlindungan maksimal saat kericuhan terjadi.

Karena itu, ia meminta keadilan ke Propam Mabes Polri. Sebab, dia merasa sudah bekerja maksimal. 

"Saya minta keadilan, saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan, pekerjaan saya sebaik-baiknya, begitupula dengan panitia. Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved