Berita Viral
PENGAKUAN Bupati Fadia Diciduk KPK Tengah Malam di Rumahnya: Tim KPK Tiba-Tiba Datang Mau Koordinasi
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membela diri setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membela diri setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kata Fadia, dia tidak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) melainkan ditangkap tanpa barang bukti.
Dia meluruskan pemberitaan soal narasi terjaring OTT KPK.
"Saya mau menjelaskan bahwa saya tidak di-OTT, OTT itu kan berarti operasi tangkap tangan di mana saya sedang memberi atau menerima uang, pada saat itu tidak ada transaksi apa pun dan memang tidak ada pada saat itu,” kata Fadia, usai diperiksa di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (13/3/2026), dikutip dari Kompas.com.
Awal Tim KPK Temui Fadia
Fadia menceritakan momentum dirinya ditangkap tim KPK di Semarang.
Dia mengatakan, saat itu, ia bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk meminta izin tak bisa menghadiri acara.
Kemudian Fadia menemui pengacaranya.
“Lalu saya duduk di tempat charger mobil bersama anak saya, putri saya, dan yang gede di rumah sama Kabag ekonomi dan ajudan,” ujar dia.
Fadia mengatakan, pada pukul 00.00 malam, tim KPK mendatanginya untuk meminta berkoordinasi.
Berdasarkan hal tersebut, dia membantah terjaring dalam OTT.
“Jam 00.00-an malam lah saya waktu itu saya tiba-tiba KPK datang terus bilang “mau koordinasi boleh?” boleh saya bilang, saya ikut saja, jadi saya jelaskan saya tidak ada OTT,” tutur dia.
“Ini harus saya jelaskan karena anak-anak saya nanti kasihan, karena dipikir saya sedang transaksi menerima uang, itu tidak sama sekali,” tambah dia.
Terjerat Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan pada Rabu (4/3/2026).
| Pelaku Utama Pemalakan yang Menewaskan Ayah Pengantin di Purwakarta Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| TERUNGKAP di Persidangan Fakta Baru Kasus Kematian Dosen Levi, AKBP Basuki Terancam 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Dua Polisi Ribut di Valerie Cafe, Kapolres: Tidak Akan Menoleransi Segala Bentuk Pelanggaran Hukum |
|
|---|
| AKHIRNYA Bandar Narkoba di Balik Penyuap Eks Kapolres Bima Ditangkap di Penang Malaysia |
|
|---|
| SETELAH Tewas di Irigasi, Suparmi Kaget Ternyata Ibunya yang ODGJ Sembunyikan Uang Jutaan di Jarik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Pekalongan-Dipapah-ke-Mobil.jpg)