Makan Bergizi Gratis

HEBOH Akuntan Dapur MBG Bongkar Praktik Mark Up, Setelah Viral Minta Maaf

Seorang akuntan SPPG mendadak viral setelah mengungkap mark up yang dilakukan oleh dapur MBG tempatnya bekerja.

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Kolase foto F akuntan SPPG dan Fikri Febriansyah kepala SPPG Lembursitu 2 Sukabumi. F mengungkap praktik mark up di dapur MBG tempatnya bekerja, namun setelah viral dia minta maaf. (YouTube/KOMPAS.com/RIKI ACHMAD SAEPULLOH ) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang akuntan SPPG di Kota Sukabumi mendadak viral setelah mengungkap praktik mark up yang dilakukan oleh dapur MBG tempatnya bekerja.

Wanita berinisial F itu, merinci bahwa mark up tersebut dilakukan dengan cara menaikkan jumlah orderan namun barang yang datang tak sama.

Dalam podcast-nya, F mencontohkan dalam satu transaksi pembelian (purchase order/PO) beras yang tercatat sebanyak 11 karung, barang yang datang disebut hanya sembilan karung. 

Namun dalam laporan administrasi, jumlahnya tetap dicatat sesuai pesanan awal.

“Pernah kita PO, itu PO kayak 11 karung, yang datang cuma 9 karung. Pernah itu ke koperasi yayasan. 11, dimark up tetap 11, ke BGN-nya juga tetap 11,” ungkapnya dalam video yang diunggah akun @jaga_arah.

Dalam percakapan tersebut, ia juga menyebut dugaan praktik manipulasi itu bukan hal baru dan diduga telah berlangsung cukup lama.

“Sudah lama (praktik ini),” katanya.

Namun, setelah podcast-nya beredar luas di medsos, wanita tersebut menyampaikan permohonan maaf yang menyinggung mark up dapur MBG. 

Ia mengakui bahwa data yang disampaikannya sebelumnya belum sepenuhnya lengkap, sehingga memicu ketidaksinkronan informasi dan kesalahpahaman di ruang publik.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Dela Shifa Fauziah, menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dalam konten podcast yang saya buat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Secara khusus, F menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah lembaga yang namanya terseret dalam isu ini, di antaranya Badan Gizi Nasional (BGN) serta Yayasan Ath-Tho-Mitra. 

Ia menegaskan bahwa pembuatan konten tersebut murni inisiatif pribadinya tanpa tekanan dari pihak mana pun.

F menjelaskan, pernyataan blak-blakan terkait dugaan manipulasi data yang disampaikannya dalam podcast dilatarbelakangi oleh emosi sesaat akibat perselisihan dengan pihak mitra kerja.

“Karena saya terpancing dan menjadi emosi yang memuncak dengan adanya kata-kata yang dilontarkan oleh mitra kepada saya, dan saya tidak terima dengan hal tersebut, sehingga terjadilah ide untuk membuat podcast ini,” ungkapnya.

Terkait substansi dugaan korupsi pengadaan bahan baku yang sempat ia suarakan, F mengklarifikasi bahwa setelah dilakukan validasi bersama, ditemukan adanya perbedaan data antara catatan pribadinya dengan realita lapangan.

Penjelasan Kepala SPPG

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved