Berita Viral

Razman Soroti Dugaan Peredaran Narkoba dan Bisnis Gelap Getah Karet di Kawasan PT Bridgestone SRE

Razman Arif Nasution Soroti Peredaran Narkoba dan Bisnis Gelap Getah Karet di Kawasan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Pengacara sekaligus tokoh publik, Razman Arif Nasution, menyoroti maraknya dugaan peredaran narkoba dan getah ilegal di kawasan perkebunan karet PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE), di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pengacara sekaligus tokoh publik, Razman Arif Nasution, menyoroti maraknya dugaan peredaran narkoba di kawasan perkebunan karet PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE), di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi merusak masa depan generasi muda, khususnya masyarakat sekitar perusahaan.

Razman menegaskan, dugaan peredaran narkoba ini memiliki kaitan erat dengan aksi pencurian getah karet yang terjadi di kawasan perkebunan tersebut.

Menurutnya, jaringan pelaku pencurian getah karet diduga juga terlibat dalam peredaran narkoba, sehingga menambah kompleksitas masalah keamanan di lingkungan sekitar perusahaan yang lahan perkebunannya terletak di beberapa kabupaten di Sumatera Utara.

GETAH KARET: Gudang penapungan getah karet yang diduga hasil curian di salah satu lokasi di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
GETAH KARET: Gudang penapungan getah karet yang diduga hasil curian di salah satu lokasi di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah terjadi dugaan bisnis gelap getah karet curian dan peredaran narkoba di kawasan perkebunan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate. 

Dugaan tersebut bahkan mengaitkan keterlibatan oknum security, termasuk sosok yang dikenal masyarakat setempat, yang diduga sebagai bos getah ilegal berinisial IJL (Dolok Maraja), diduga memelihara ratusan pekerja ilegal untuk mengelola getah karet curian, kemudian disalurkan atau "dilegalkan" melalui jalur resmi atau delivery order (DO) milik seseorang ke PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate.

Dari ratusan terduga pekerja ilegal tersebut, diduga sekitar 70 persen merupakan pengguna narkoba, sehingga memperkuat indikasi adanya hubungan erat antara bisnis gelap getah karet dan peredaran narkoba.

Razman Nasution pun meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat, baik oknum internal maupun pihak luar.

Ia juga meminta pihak pimpinan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate agar menindak tegas para oknum-oknum security tersebut kalau memang ada dugaan kerja sama dengan bisnis ilegal itu. Karena menurutnya, kehadiran PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate harus berdampak positif kepada masyarakat sekitar.

“Jangan ada toleransi terhadap peredaran narkoba maupun pencurian getah karet. Aparat harus segera turun tangan, lakukan penyelidikan mendalam, dan berikan efek jera,”tegasnya, Rabu (11/3/2026).

Keberadaan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi sorotan tajam publik belakangan ini. Perkebunan karet yang selama ini dikenal sebagai salah satu aset industri besar di Sumatera, diduga menjadi episentrum bisnis gelap yang merugikan perusahaan sekaligus masyarakat sekitar.
Keberadaan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi sorotan tajam publik belakangan ini. Perkebunan karet yang selama ini dikenal sebagai salah satu aset industri besar di Sumatera, diduga menjadi episentrum bisnis gelap yang merugikan perusahaan sekaligus masyarakat sekitar. (TRIBUN MEDAN/KOLASE)

Ia mengingatkan bahwa kawasan perkebunan besar seperti Bridgestone memiliki peran penting dalam perekonomian daerah dan nasional, sehingga harus dijaga dari praktik ilegal yang dapat merusak citra perusahaan maupun lingkungan sosial masyarakat.

Razman berharap sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dapat segera diwujudkan untuk menutup ruang gerak para pelaku.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal moral dan masa depan bangsa,”pungkasnya.

Terkait beredarnya informasi di masyarakat, adanya dugaan bisnis ilegal tersebut, Tribun Medan telah mencoba mengonfirmasi kepada Manager Security PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate, J Simangunson, pada Jumat (6/3/2026). Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan. Bahkan, pesan konfirmasi via WhatsApp hanya dibaca tanpa balasan. Ketika dicoba dikonfirmasi kembali, pesan yang dikirim hanya centang satu.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Dugaan Bisnis Gelap Getah Karet di PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate Jadi Sorotan Masyarakat

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved