Sumut Terkini

Dugaan Bisnis Gelap Getah Karet di PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate Jadi Sorotan Masyarakat

Keberadaan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan masyarakat karena bisnis gelap getah karet curian.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
GETAH KARET: Gudang penapungan getah karet yang diduga hasil curian di salah satu lokasi di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.Com, SIMALUNGUN – Keberadaan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi sorotan tajam publik belakangan ini.

Perkebunan karet yang selama ini dikenal sebagai salah satu aset industri besar di Sumatera, diduga menjadi episentrum bisnis gelap yang merugikan perusahaan sekaligus masyarakat sekitar.

Informasi yang beredar di masyarakat sekitar perkebunan menyebutkan, bahwa adanya penampung getah yang diduga hasil pencurian dari berbagai daerah di Sumatera. 

Perputaran uangnya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah per bulan. Bahkan, seorang bos maling getah disebut bisa meraup ratusan juta rupiah per hari.

Jika jumlah bos maling lebih dari satu, angka itu melonjak fantastis.

GETAH KARET: Gudang penapungan getah karet yang diduga hasil curian di salah satu lokasi di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
GETAH KARET: Gudang penapungan getah karet yang diduga hasil curian di salah satu lokasi di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Jalur masuk getah curian disebut melalui Delivery Order (DO) seseorang, yang diduga menyalurkan ratusan ton getah curian setiap hari ke pabrik PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate.

Dugaan Kerja Sama dengan Oknum Security

Fenomena ini semakin kompleks dengan adanya dugaan kerja sama antara bos getah ilegal dengan oknum pengamanan di lapangan.

Nama inisial IJL (Dolok Maraja) disebut-disebut memiliki kedekatan dengan oknum petinggi security berinisial JS serta bawahannya berinisial N. Dua wilayah operasi maling getah diduga dibagi dan dikomandoi oleh kasek berinisial J dan Y.

Ironisnya, penangkapan maling getah disebut dilakukan berdasarkan “request” dari IJL kepada JS.

Dugaan kuat muncul bahwa oknum security menerima setoran mingguan sekitar Rp 200 juta, ditambah Rp 10 juta jika menangkap maling getah di luar jaringan IJL.

Dampak Sosial

Getah curian yang rata-rata mencapai 30–35 ton per hari menjadi sumber perputaran uang besar.

IJL yang baru setahun menetap di Dolok Maraja disebut sudah memiliki rumah senilai hampir Rp 1 miliar, gudang penampungan, serta empat unit mobil mewah.

Aktivitas penampungan getah yang diduga ilegal itu dilakukan pagi dan malam hari, membuat kawasan tersebut mirip pasar malam, dengan ratusan orang penjual datang silih berganti.

bisnis gelap getah karet di simalungun
GETAH KARET: Gudang penapungan getah karet yang diduga hasil curian di salah satu lokasi di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved