Berita Viral

BARU Sebulan Ikut Dapur MBG, Pengusaha di Madura Sudah Bisa Bikin Program Bedah Rumah Warga Miskin

Harta kekayaan pengusaha MBG di Kabupaten Bangkalan disorot. Pengusaha bernama Khairul Umam atau Haji Her bisa melakukan bedah rumah

TRIBUN MEDAN
KEUNTUNGAN DAPUR MBG - Haji Her, crazy rich Madura yang menjadi buah bibir karena aksi sosialnya dari bangun rumah untuk warga hingga bagi-bagi uang Rp 50 ribu di ompreng MBG. Kini ia lakukan bedah rumah dari keuntungan dapur MBG miliknya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Harta kekayaan pengusaha MBG di Kabupaten Bangkalan disorot. Pengusaha bernama Khairul Umam atau Haji Her bisa melakukan bedah rumah warga miskin dari keuntungan MBG

Haji HER dikenal sebagai bos tembakau di Madura. 

Crazy rich Madura itu melakukan bedah rumah warga miskin di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Program bedah rumah itu dibiayai dari keuntungan dapur MBG milik Haji Her di Bangkalan.

Haji Her mengatakan, meski SPPG miliknya baru beroperasi selama sebulan, namun sudah mendapatkan keuntungan.

Dari seluruh keuntungan itu, dia berikan kepada masyarakat di sekitar dapur miliknya dalam bentuk bantuan membedah rumah.

"Memang kita baru jalan sebulan. Dari keuntungan MBG ini saya pakai untuk bedah rumah," ujar Haji Her, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Respons Laporan Warga, Polisi Amankan Pelaku Penggelapan di Rantauprapat

Baca juga: SEMPAT BOHONG, Ibu Muda di Subang Terbukti Sengaja Bunuh Anaknya yang Autis, Mulut Dibekap Bantal

Lalu, berapa keuntungan dari dapur MBG?

BGN Jawab soal Angka Rp 1,8 Miliar

Beberapa waktu lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut narasi yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun sebagai informasi yang menyesatkan.

Demikian Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya merespons video yang menampilkan Ketua BEM UGM yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun serta dugaan mark-up bahan baku hingga isu kepemilikan dapur yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu.

“Mitra mendapatkan ‘untung bersih’ Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi,” kata Sony Sonjaya, Sabtu (21/2/2026) dalam keterangan yang diterima Kompas TV.

Menurut Sony, angka Rp 1,8 miliar bukanlah keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal.

Dengan rincian, estimasi pendapatan kotor maksimal, dengan perhitungan: Rp6.000.000 x 313 hari operasional (Minggu libur) sama dengan Rp1.878.000.000 per tahun.

Artinya, kata dia, ada biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya yang dikeluarkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved