Berita Nasional

Harga Minyak Dunia Tembus 93 Dollar AS per Barel, Lebih Tinggi dari Skenario Menkeu Purbaya

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi. Pada perdagangan terakhir pekan ini, harga minyak Brent ditutup pada 93,34 dollar AS per barel

Editor: Juang Naibaho
Instagram @purbayayudhi_official
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Perdagangan terakhir pekan ini, harga minyak Brent ditutup pada 93,34 dollar AS per barel. Kenaikan ini lebih tinggi dari simulasi pemerintah sebagaimana disampaikan Purbaya berada di harga 92 dollar AS per barel. 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi setelah pemerintah Qatar memperingatkan bahwa produksi minyak dan gas di kawasan Teluk berpotensi berhenti dalam beberapa hari ke depan jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, harga minyak Brent ditutup pada 93,34 dollar AS per barel, melonjak 9,3 persen.

Kenaikan sebesar itu merupakan yang tertinggi sejak 15 Mei 2020 atau lima tahun lebih.

Kenaikan harga minyak dunia sedikit lebih tinggi dari simulasi yang dilakukan pemerintah Indonesia di mana skenario harga berada di angka 92 dollar AS per barel.

Simulasi Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia. 

Dalam perhitungan tersebut, jika harga minyak rata-rata mencapai sekitar 92 dollar AS per barel, defisit anggaran berpotensi meningkat signifikan. 

“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam Buka Bersama wartawan di Kementerian Keuangan pada Jumat (6/3/2026). 

Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah opsi untuk menahan pelebaran defisit agar tetap berada di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penyesuaian belanja negara. 

Namun, jika tekanan terhadap APBN semakin besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi. 

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang,” kata Purbaya. 

Baca juga: Usai Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, Menkeu Purbaya Mulai Bicara Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi

Sementara itu, dikutip dari Financial Times, Sabtu (7/3/2026), Menteri Energi Qatar sekaligus CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah, wilayah yang menjadi pusat pasokan energi dunia, berisiko mengguncang ekonomi global.

Menurutnya, perang di kawasan tersebut dapat “menjatuhkan ekonomi dunia”. 

Lonjakan harga minyak dunia saat ini terlihat pada perdagangan Jumat, ketika minyak mentah Brent naik lebih dari 9 persen hingga menembus 93 dollar AS per barel. 

Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak musim gugur 2023. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved