BBM Bersubsidi
Usai Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, Menkeu Purbaya Mulai Bicara Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi
Setelah polemik stok BBM untuk 20 hari, kini Menteri Keuangan Purbaya bicara tentang opsi kenaikan harga BBM subsidi.
TRIBUN-MEDAN.com - Polemik tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) terus bergulir di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah antara AS-Israel versus Iran.
Setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tentang stok BBM Indonesia hanya cukup untuk 20 hari ke depan, kini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai bicara tentang opsi kenaikan harga BBM subsidi.
Diketahui, pernyataan Bahlil tentang stok BBM cuma cukup 20 hari menimbulkan kepanikan masyarakat di sejumlah daerah, seperti Aceh dan Sumatra Utara (Sumut).
Antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU. Sejumlah SPBU juga mengalami kekosongan BBM subsidi karena terjadi panic buying di masyarakat.
Terkait stok BBM selama 21 hari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan stok tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dan telah memenuhi kapasitas penimbunan nasional untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.
Jumlahnya bersifat dinamis karena terus diperbarui sesuai kebutuhan konsumsi energi.
"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok bbm yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar Roberth dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Di tengah fenomena saat ini, pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi jika lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut dan mulai membebani APBN.
Kenaikan harga energi global dinilai berpotensi memperlebar defisit fiskal apabila tidak diimbangi langkah penyesuaian kebijakan.
Baca juga: MENTERI Bahlil Dipanggil ke DPR Imbas Ucapan Stok BBM Habis 21 Hari Dampak Perang Iran vs Israel
Sudah Simulasi Kenaikan Harga Minyak Dunia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia.
Dalam perhitungan tersebut, jika harga minyak rata-rata mencapai sekitar 92 dollar AS per barel, defisit anggaran berpotensi meningkat signifikan.
“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam Buka Bersama wartawan di Kementerian Keuangan pada Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah opsi untuk menahan pelebaran defisit agar tetap berada di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penyesuaian belanja negara.
Namun, jika tekanan terhadap APBN semakin besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi.
| Tolak Kenaikan BBM, Massa Aksi PA 212 Gelar Unjuk Rasa di Kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat |
|
|---|
| Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Jalur Transjakarta Jadi Pengalihan Arus Lalu Lintas di Depan DPR RI |
|
|---|
| Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Said Iqbal Serukan Mogok Nasional |
|
|---|
| Beli BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar Wajib Pakai MyPertamina? Apa Aja Syaratnya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Diduga-panic-buying-antrean-masyarakat-mengular-di-SPBU-Parluasan.jpg)