Berita Nasional

Bahas Mitigasi Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Undang Mantan Presiden ke Istana, Megawati Absen

Pemerintah menyadari bahwa guncangan di Timur Tengah bukan hanya soal rudal, melainkan ancaman nyata terhadap harga BBM

|
Tangakapan Layar Video
FOTO Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Presiden ketujuh Joko Widodo (kedua kanan), Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) saat meluncurkan secara simbolis badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). (Tangakapan Layar Video) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden RI ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam ini (3/3/2026) guna mengambil langkah diplomasi domestik tingkat tinggi.

Pertemuan "Meja Bundar" ini digelar secara mendadak untuk merumuskan langkah mitigasi nasional di tengah eskalasi perang yang kian membara di Timur Tengah.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan agenda strategis untuk membentengi kedaulatan dan ekonomi nasional.

Baca juga: Kadis SDABMBK Medan Gibson Panjaitan Pindah ke Pemprov Sumut, Anggota DPRD: Ini Alarm Serius

"Pak Presiden ingin memberikan update kepada presiden terdahulu mengenai situasi geopolitik terbaru pasca Presiden Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Dari kacamata News Analysis, langkah Prabowo mengumpulkan para pendahulunya menunjukkan bahwa dampak konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sudah berada pada level yang perlu diwaspadai secara kolektif.

Pemerintah menyadari bahwa guncangan di Timur Tengah bukan hanya soal rudal, melainkan ancaman nyata terhadap harga BBM, stabilitas nilai tukar Rupiah, hingga rantai pasok pangan global yang bisa mencekik daya beli masyarakat luas.

Baca juga: PASUTRI dari Dangdut ke Pejabat, Kini Istri Dicokok KPK, Fadia A Rafiq dan Ashraff Adu Kekayaan

"Tentunya Pak Prabowo ingin mendengar masukan dan saran-saran dari presiden terdahulu untuk dijadikan pertimbangan-pertimbangan dalam melakukan perencanaan, mitigasi-mitigasi untuk bangsa dan negara," ujar Dasco yang juga merupakan Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut.

Misi Mitigasi: Membaca Arah Kebijakan Global

Prabowo tampaknya ingin menggunakan pengalaman para mantan kepala negara dalam menghadapi krisis-krisis besar di masa lalu.

Masukan mereka akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam menyusun tameng kebijakan ekonomi dan politik luar negeri.

"Dampak yang kita sama-sama tahu yang pada saat ini sedang terjadi, yang kemungkinan juga akan berdampak pada negara kita," imbuh Dasco menekankan urgensi pertemuan tersebut.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal di Tapsel–Madina Digerebek, 14 Eskavator Disita Polda Sumut

Siapa Saja yang Hadir?

Hingga berita ini diturunkan, Dasco belum bisa merinci daftar pasti mantan Presiden yang mengonfirmasi kehadiran di Istana malam ini.

"Semua presiden terdahulu diundang, tapi saya tidak dalam posisi mengetahui konfirmasi siapa yang hadir dan siapa yang belum bisa hadir," pungkasnya.

Selain mantan Presiden, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pertemuan ini juga melibatkan para mantan Wakil Presiden, pimpinan partai politik koalisi pemerintah, serta pakar diplomasi guna menyatukan suara Indonesia di panggung dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved