OTT KPK di Pekalongan
Selain Bupati Fadia Arafiq, Ajudan dan Orang Kepercayaan Ikut Ditangkap KPK
Bukan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK
TRIBUN-MEDAN.com - Bukan saja Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Selain Fadia Arafiq ada ajudan dan orang kepercayaan bupati.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, identitas kedua orang yang ikut terjaring operasi senyap bersama Fadia Arafiq tersebut belum diketahui secara pasti.
Baca juga: Gempa 6,4 pada SR Guncang Pulau Simeulue Aceh, Getaran Terasa hingga Alat Pendeteksi Gunung Sinabung
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa para pihak awalnya diamankan di wilayah Semarang sebelum akhirnya langsung diterbangkan ke Jakarta.
"Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari bupati. Para pihak diamankan di wilayah Semarang," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Setibanya di Jakarta, rombongan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.25 WIB menggunakan dua unit mobil.
Namun, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut luput dari pantauan awak media yang menunggu di pintu utama.
Tim penyidik KPK menggiring Fadia beserta rombongannya masuk melalui jalur belakang atau area basement.
Langkah ini membuat awak media belum dapat melihat secara langsung para pihak yang dibawa, termasuk sosok dua orang ajudan dan orang kepercayaan yang disebut oleh juru bicara KPK.
Terkait konstruksi perkaranya, Budi menjelaskan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
"Dugaan tindak pidana korupsi dalam case kali ini adalah berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan," jelas Budi.
Saat ini, ketiga pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.
Secara paralel, Budi menyebut ada tim penyidik KPK lainnya yang saat ini sedang berada di Pekalongan untuk memeriksa sejumlah pihak lain guna menggali keterangan yang dibutuhkan.
KPK juga masih terus memburu pihak-pihak lain yang diduga kuat terlibat dalam pusaran korupsi ini.
"Kami mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini bisa berjalan secara efektif," tutur Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/FADIA-ARAFIQ-Kolase-foto-Fadia-Arafiq-yang-diambil-dari-laman-Prokompim-Setda-Pekalongan.jpg)