Berita Papua

Baku Tembak di Nabire Papua, TNI-Polri Akhirnya Kuasai Markas KKB Pimpinan Aibon Kogoya

TNI-Polri terlibat baku tembak dalam penyerangan pada  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di wilayah Nabire, Papua Tengah.

Editor: Salomo Tarigan
Istimewa/facebook
KKB PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua 

TRIBUN-MEDAN.com - Baku tembak kembali terjadi di Papua.

Tim gabungan TNI-Polri terlibat baku tembak dalam penyerangan pada  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di wilayah Nabire, Papua Tengah.

TNI-Polri dikabarkan berhasil menghalau KKB dan menduduki markas KKB di Nabire tersebut.

 

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani (saat berpangkat Kombes)
Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani (saat berpangkat Kombes) (Tribratanews.papua.polri.go.id)

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan penyerangan yang dilakukan bersama tim dari Satgas Habema dan Rajawali itu untuk menangkap Aibon Kogoya yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla.

Baca juga: 2 Nama Menentukan Calon Pengganti Ali Khamenei setelah Ayatollah Alireza juga Dikabarkan Tewas

"Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat dan KKB yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai," kata Faizal dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Kondisi Darurat di Arab akibat Perang, Nasib Ribuan Jemaah Indonesia akibat Penerbangan Terganggu

Adapun operasi penyerangan itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sekira pukul 22.40 WIT.

Awalnya, pihak aparat keamanan terlebih dahulu melakukan kontak tembak hingga akhirnya bisa menduduki markas KKB tersebut.

Faizal menambahkan dari hasil penggeledahan pihaknya turut menyita total 561 butir amunisi senjata api untuk berbagai kaliber.

"Baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101," tuturnya. 

Selain itu, ia menyebut ditemukan juga total 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT) serta uang tunai sebesar Rp79,9 juta. 

Lebih lanjut, Faizal mengatakan dari belasan telepon yang disita, dua diantaranya merupakan milik korban tewas penyerangan KKB yakni anggota Brimob Batalion C dan petugas keamanan PT Kristalin di Nabire.

Ia menegaskan aksi penguasaan markas KKB itu sebagai bentuk upaya pemulihan keamanan masyarakat serta wujud kehadiran negara.

"Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar markas KKB tersebut untuk memastikan situasinya sudah aman.

Baca juga: OTT KPK di Pekalongan Bupati Fadia Diciduk, Bersama Sejumlah Pihak Kini Dibawa ke Gedung KPK

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved