Perang AS dan Israel vs Iran

2 Nama Menentukan Calon Pengganti Ali Khamenei setelah Ayatollah Alireza juga Dikabarkan Tewas

Siapa calon pengganti Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei.

|
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
ALI KHAMENEI - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86), tewas pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, pada Sabtu (28/2/2026). 7 pejabat negara lainnya ikut tewas. 

TRIBUN-MEDAN.com - Siapa calon pengganti Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei.

Diketahui, Khamenei yang tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Ada dua nama disebut-sebut menentukan pengganti pemimpin Iran.

 Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyebut dua nama yang akan ikut menentukan tesebut.

Baca juga: OTT KPK di Pekalongan Bupati Fadia Diciduk, Bersama Sejumlah Pihak Kini Dibawa ke Gedung KPK

Sebelumnya Boroujerdi menjelaskan terlebih dulu tahapan prosesnya.

Ia mengatakan berdasarkan undang-undang di Iran, apabila dikarenakan alasan apa pun seorang Pemimpin Agung tidak ada misalnya karena terbunuh, sakit, meninggal dunia, atau alasan apa pun tidak aktif lagi sebagai pemimpin tertinggi serta tidak memiliki wakil, maka negara akan membentuk dewan kepemimpinan yang bersifat sementara. 

Baca juga: Sosok Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Terjaring OTT KPK, Pernah Disorot karena Kata Kasar di IG

Dewan kepemimpinan itu, kata dia, akan memiliki tiga anggota yang akan menentukan siapa pengganti Pemimpin Tertinggi Iran.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di kediamannya di kawasan Mentent Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026).

"Dewan kepemimpinan ini memiliki tiga anggota. Yang pertama adalah Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian. Yang kedua adalah ketua kekuasaan yudikatif (Ketua Mahkamah Agung) Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan seorang anggota dari Dewan Penjaga Konstitusi (Guardian Council) atau Dewan Ahli (Assembly of The Experts)," kata dia.

Nantinya, kata dia, dewan kepemimpinan sementara itu akan mengadakan sidang atau pertemuan.

Kemudian, lanjut dia, mereka akan menentukan pemimpin tertinggi yang berikutnya melalui sebuah mekanisme yang telah ditentukan.

Ia menyatakan Iran merupakan negara kuat dan memiliki peradaban tua di kawasan itu.

Menurutnya, Iran tidak mungkin dapat digoyahkan dengan apa yang terjadi belakangan ini.

"Apabila terjadi ketidakaktifan atau dikarenakan alasan apa pun seorang pejabat tinggi negara tidak ada, maka dengan mudah bisa digantikan oleh pejabat lain," ungkapnya.

"Hal ini juga berlaku bagi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Pemerintah kami merupakan sebuah pemerintahan yang terorganisir dengan baik dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa, berbeda dengan sebuah rezim yang berada di kawasan kami," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved