Iran Vs Israel
Prabowo Mau ke Teheran Jadi Juru Damai, Hikmahanto: Sebaiknya Tidak Sekarang, Tak Akan Diterima
Hikmahanto menilai, upaya damai sebaiknya dilakukan ketika konflik sudah berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto dilaporkan siap menjadi juru damai dan akan ke Teheran, Iran namun disarankan tidak sekarang.
Adapun Kesediaan Prabowo menjadi mediator disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (@Kemlu_RI).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.
Baca juga: Motif Raihan Bacok Mahasiswi UIN Suska Riau Diungkap, Tak Terima Diputusin Farra
Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran.
Terkait rencana Prabowo itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, meminta tidak terburu-buru bertolak ke Teheran, Iran, untuk berperan sebagai juru damai.
Hal ini disampaikan Hikmahanto merespons keinginan Prabowo menjadi mediator konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) pasca-serangan gabungan Israel dan AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Media Iran Umumkan Ali Ayatollah Khamenei Tewas, Tetapkan 40 Hari Berkabung, 7 Hari Libur Nasional
Menurut Hikmahanto, momentum saat ini dinilai belum tepat untuk melakukan diplomasi damai.
"Bila Presiden mau jadi juru damai sebaiknya tidak sekarang," kata Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026).
Hikmahanto menilai, upaya damai sebaiknya dilakukan ketika konflik sudah berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Sebab, pada fase tersebut, peran mediator sangat dibutuhkan secara psikologis oleh negara-negara yang bertikai.
"Sebaiknya tunggu bila perang ternyata akan selesai untuk jangka waktu yang lama, karena saat itu juru damai dibutuhkan untuk menyelamatkan muka negara-negara yang berkonflik," ujar Hikmahanto.
Baca juga: Sosok Ali Shamkhani Penasihat Khamenei yang Diklaim Israel Tewas Dalam Serangannya ke Iran
Mantan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini menyebut, dalam situasi perang yang berlarut, negara yang bertikai biasanya enggan mengakui kekalahan secara terbuka.
"Mereka tidak mau dikatakan kalah dan karenanya menerima proposal damai," ungkapnya.
Sebaliknya, kata Hikmahanto, jika Prabowo masuk saat eskalasi serangan baru saja terjadi seperti saat ini, upaya tersebut diprediksi akan mengalami penolakan.
"Kalau sekarang terlalu dini dan tidak akan diterima oleh para pihak yang berkonflik," tuturnya.
Prabowo Siap ke Teheran Jadi Juru Damai
Pengamat Minta Prabowo Tak ke Teheran
Prabowo Subianto
Hikmahanto Juwana
| Fakta Netanyahu Diisukan Tewas dalam Serangan Balasan Iran, Tak Muncul Beri Kabar |
|
|---|
| Tak Ucapkan Duka Cita atas Wafatnya Ali Khamenei, Bagaimana Prabowo Mau Jadi Juru Damai? |
|
|---|
| Jalur Selat Hormuz Ditutup Iran, Harga BBM hingga Bahan Pokok Berpotensi Melejit |
|
|---|
| Media Iran Konfirmasi Presiden ke-6 Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel |
|
|---|
| SIAPA Pimpin Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei? 3 Orang Ini Ambil Alih Masa Transisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prabowo-amerika1-tribunmedan.jpg)