Berita Viral

Ketua Umum GAMKI Sahat Sinurat Tinjau Lapak Pedagang Daging Babi di Medan, Hal Ini Ditemukan. . .

Ketum GAMKI Sahat Sinurat menemukan fakta yang berbeda dari peryataan Wali Kota Medan, Rico Waas, yang tertuang dalam surat edaran daging non-halal

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Hendrik Naipospos
Ketum GAMKI Sahat Sinurat mengunjungi pedagang daging babi di Kecamatan Medan Kota, 23 Februari 2026. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Indonesia (GAMKI) Sahat Sinurat meninju beberapa lapak pedagang daging non halal (babi) di Kecamatan Medan Kota, Senin (23/2/2026).

Dalam peninjauan ini, Sahat Sinurat menemukan fakta yang berbeda dari surat edaran penjualan daging non halal di tempat umum.

Dalam edaran itu, Rico menyoroti perdagangan daging non halal karena masalah limbah dan kesehatan, namun faktanya berbanding terbalik.

Sahat menjelaskan jika pedagang memotong dan membersihkan daging non halal babi di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemko Medan dan menjadi penyumbang pedapatan asli daerah (PAD).

Bahkan, pedaging daging babi jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam.

"Kita sudah cek. Ternyata babi dipotong dan dibersihkan di RPH, tidak ada limbah di sini," ucap Sahat Sinurat.

Sahat meminta agar Wali Kota Rico Waas turun ke lapangan agar bisa melihat kondisi sebenarnya.

Mengalami Penurunan

Akibat surat edaran Wali Kota Medan ini, pedagang daging babi mengalami penurunan penjualan.

Seorang pedagang, Daniel Simanjuntak, biasanya menjual minimal 50 kg per hari, namun saat ini hanya bisa menjual 15 kg.

"Turun 50 persen, banyak yang takut beli karena orang kecamatan dan Satpol PP suka foto-foto," ucapnya.

Sementara itu Ketua GAMKI Medan Boydo Panjaitan meminta Rico Waas mencabut Surat Edaran tersebut karena bisa memecah-belah masyarakat yang majemuk di Kota Medan.

Soal usulan memindahkan pedagang babi ke Pasar Sambu dengan tidak dibebankan retribusi juga dianggap bukan solusi yang menguntungkan kepada pedagang.

"Rata-rata pedagang sudah pernah berjualan di Pasar Sambu, mereka keluar dari pasar karena tidak ada pembeli," ucap Boydo.

Dalam dialog bersama pedagang daging babi turut hadir Sekretaris DPD GAMKI Sumut Erwin Nopiter Situmorang dan puluhan kader GAMKI Kota Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved