Berita Viral

WARGA di Aceh Tewas Diserang Gajah Liar di Desanya, Forkom PECI Sebut Dampak dari Perkebunan Sawit

Seorang warga di Kabupaten Bener Meriah Aceh tewas diserang gajah liar pada Sabtu (21/2/2026). 

HO
Influencer Medan membersihkan atau memandikan gajah bernama Siti . 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang warga di Kabupaten Bener Meriah Aceh tewas diserang gajah liar pada Sabtu (21/2/2026). 

Pria bernama Mussahar (59) tewas diserang gajah liar di desa tempat tinggalnya di Kecamatan Pintu Rime Gayo. 

Kawasan yang menjadi jalur lintasan gajah kini semakin sering bersinggungan dengan aktivitas pertanian dan perkebunan, sehingga risiko interaksi berbahaya meningkat.

Forum Komunikasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (Forkom PECI) menilai, tragedi ini tidak bisa dilepaskan dari meluasnya perkebunan sawit di koridor jelajah gajah.

Ekspansi sawit mempersempit ruang hidup satwa dan mendorong mereka masuk ke area permukiman.

Forkom PECI mendesak pemerintah untuk meninjau ulang izin perusahaan sawit, serta menindak tegas pihak yang terbukti melampaui batas izin.

Baca juga: Bantu Tim Pemeriksa, OPD Diminta Penuhi Data yang Dibutuhkan BPK RI

Baca juga: POLRES Sukabumi Ungkap Status Ibu Tiri yang Diduga Aniaya NS Bocah 12 Tahun

Menurut mereka, kebijakan tata ruang harus dikaji ulang agar tidak semakin memperburuk konflik manusia–satwa.

Forkom PECI menekankan pentingnya pelibatan organisasi masyarakat sipil (CSO) lokal dalam penanganan konflik.

Sembilan CSO di Bener Meriah dan Aceh Tengah, termasuk Gayo Alas Conservation Center, Redelong Institute, dan Gayo Rimba Bersatu, telah melakukan sosialisasi di 12 desa rawan konflik.

Mereka menemukan jalur lintasan gajah dan titik interaksi berbahaya, namun langkah strategis lanjutan belum terlihat.

Padahal, pendekatan berbasis kearifan lokal diyakini lebih efektif dalam membangun koeksistensi.

Momentum Rehab Rekon Aceh

Selain menyoroti izin sawit, Forkom PECI meminta agar program Rehab Rekon Aceh tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan lingkungan. 

Momentum rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus dimanfaatkan untuk memperbaiki tata ruang, melindungi habitat satwa, dan memperkuat sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Dengan cara ini, konflik gajah–manusia bisa ditekan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved