Berita Viral

Ibu Tiri yang Diduga Siksa Anaknya Hingga Tewas Merasa Difitnah, TR: Saya Tidak Sekejam Itu

Ia menolak disebut kejam dan memilih untuk pasrah menunggu proses hukum berjalan.

TRIBUN MEDAN/Tribun Bogor
BOCAH TEWAS DI SUKABUMI - Bocah di Sukabumi Ngaku Disiksa Ibu Tiri Sebelum Tewas, Tubuh Melepuh: Disuruh Minum Air Panas 

TRIBUN-MEDAN.com - Ibu tiri berinisial TR yang diduga siksa anaknya NS alias Nizam di Sukabumi, Jawa Barat hingga tewas, merasa difitnah.

Kekejaman seorang ibu tiri harus dirasakan Nizam sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Nizam meninggal dunia di rumah sakit dan sempat menunjuk sang ibu tiri sebagai pelaku penyiksaan.

Di sisi lain, wanita berinisial TR yang merupakan ibu tiri NS membantah telah menyiramkan atau mencekoki korban dengan air panas.

Baca juga: Demi Dongkrak Pariwisata, Pemerintah Buka Keran Impor Produk Minuman Alkohol dari Amerika

Ia malah mengungkit kejadian di masa lalu dengan korban, dimana menurut pengakuannya, ia malah bersikap baik sejak NS masih kecil.

TR menegaskan bahwa dirinya telah merawat NS sejak korban masih duduk di kelas 3 SD.

Atas kebaikan yang dilakukan terhadap korban, TR kini merasa telah difitnah.

Ia menolak disebut kejam dan memilih untuk pasrah menunggu proses hukum berjalan.

"Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan," kata TR.

Baca juga: Kronologi Brigpol LR Emosi dan Tembak Warga, Sempat Todong Senpi ke Istri Korban, Kini Terancam PTDH

TR mengeklaim bahwa luka melepuh pada tubuh NS bukanlah akibat siksaan, melainkan dampak dari kondisi medis yang dialami korban.

Ia menyebut adanya faktor panas dalam yang parah dan dugaan penyakit lain yang diderita sang anak hingga menyebabkan kulitnya mengelupas.

"Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya," pungkas TR.

Saat ini, tim dokter forensik masih berupaya memastikan penyebab utama kematian korban.

Meski ditemukan luka bakar yang luas, dokter belum bisa menyimpulkan secara mutlak apakah hal itu murni akibat penganiayaan.

Sampel paru-paru dan jantung korban telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut, dengan estimasi waktu hasil keluar sekitar 5 hingga 7 hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved