Berita Viral
TEGURAN Keras Purbaya ke Dirut BPJS Kesehatan yang Nonaktifkan Banyak Peserta: Kayaknya Kita Konyol
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat pernyataan keras ke Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti.
TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat pernyataan keras ke Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti.
Purbaya menegur Ali Gufron saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Teguran tersebut disampaikan Purbaya usai 11 juta peserta PBI JKN BPJS Kesehatan dinonaktifkan secara serentak.
Padahal, pemerintah kata Purbaya terus mengalokasikan anggaran untuk kuota nasional PBI JKN untuk 96,8 juta, tanpa adanya penurunan alokasi anggaran sedikit pun.
Akibatnya, ketika tiba-tiba 11 juta penerima PBI statusnya non aktif, membuat gejolak di tengah masyarakat per Februari 2026.
"Karena sedemikian besar orang yang terpengaruh dan mereka tidak tahu bahwa mereka sudah tidak masuk daftar lagi, sehingga kerasa itu 10 persen, kalau 1 persen gak ribut orang-orang," kata Purbaya saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Holong Terlarang Dipopulerkan oleh Ani Manik
Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Sorod Ni Ranggiting Dipopulerkan Intan br Saragih
Purbaya berpendapat seharusnya penonaktifan status PBI itu dilakukan oleh BPJS Kesehatan secara bertahap dengan merata-ratakan tiap tiga bulan jumlah yang akan dikeluarkan dari daftar PBI, bukan langsung serentak seperti bulan ini.
"Jadi ini yang musti dikendalikan ke depan. Kalau angkanya sedrastis begini ya di smoothing sedikit lah, di average 3-5 bulan, terserah. Tapi, jangan menimbulkan kejutan seperti itu," ucap Purbaya.
Purbaya menekankan, penonaktifan secara mendadak, dan besar-besaran yang menimbulkan keributan di tengah-tengah masyarakat itu menurut Purbaya telah merugikan pemerintah.
Sebab, anggaran yang dikucurkan pemerintah ke PBI tetap, sedangkan citra pemerintah di mata publik menjadi buruk.
"Karena tiba-tiba ketika ada yang mau cuci darah tiba-tiba enggak eligible, gak berhak, kan itu kayanya kita konyol, padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini pak," tegasnya.
"Jadi kita masalahnya ini adalah masalah operasional, masalah management, dan masalah sosialisasi yang harus bisa diberesken secepatnya. Kalau itu membuat uang yang saya keluarkan untuk anda lebih kecil, saya mendukung, ribut kecil enggak apa,"
"Tapi ini kan uang yang saya keluarkan sama, ribut lagi, saya rugi banyak pak. Ke depan tolong dibetulin," ucapnya.
Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Holong Terlarang Dipopulerkan oleh Ani Manik
Baca juga: Lirik Lagu Simalungun Sorod Ni Ranggiting Dipopulerkan Intan br Saragih
Pastikan Tidak Ada Pengurangan
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah punya anggaran yang cukup untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan PBI.
| Setelah Viral Akhirnya Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mahasiswi Korban Pelecehan yang Jadi Tersangka ITE |
|
|---|
| KETIKA Jusuf Kalla Berikan Solusi Agar Polemik Ijazah Jokowi Tidak Berlarut-larut: Tunjukkan Saja! |
|
|---|
| JK Yakin Ijazah Milik Jokowi Asli, Maka Ia Sarankan Jokowi untuk Segera Perlihatkan Ijazahnya |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| REKAM JEJAK Preman Kampung Yogi Palak Pesta Pernikahan, Berujung Ayah Pengantin Tewas Dianiaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PURBAYA-TEGUR-AJUDAN-Momen-ketika-Menteri-Keuangan-Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadew.jpg)