Berita Viral

PILU Bocah Penjual Tisu Tewas Korban Tabrak Lari, Najwa Sempat Minta Dicium: Ma, Saya Cantikkah?

Bocah penjual tisu tewas ditabrak alat berat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bicah itu bernama Najwa (8).

TRIBUN MEDAN
Bocah penjual tisu tewas ditabrak alat berat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bocah itu bernama Najwa (8). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bocah penjual tisu tewas ditabrak alat berat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bicah itu bernama Najwa (8).  

Najwa sempat pamit ke ibunya untuk berjualan tisu dan berjanji akan membawa beras saat pulang.    

"Saat pamit, dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkan kita beras sama uang yang banyak'," ujar ibu Najwa, Nurhana kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Nurhana mengatakan sebelum keluar rumah Najwa sempat duduk di sudut rumah sambil menatapnya.

Najwa kemudian menyampaikan niatnya untuk keluar menjual tisu karena di rumah sudah tidak ada nasi maupun beras.

"Dia bilang, 'Mak, tidak adami nasi, tidak adami beras'. Saya bilang cuma sebentar itu untuk adik-adikmu. Dia bilang biarmi, dia mau jual tisu dulu buat beli beras," ungkapnya.

Najwa lalu mengambil jilbab dan sweater karena merasa kedinginan di luar rumah.

Ia merapikan pakaiannya sebelum benar-benar keluar rumah untuk berjualan.

"Pas keluar, dia salim lama sekali. Dia cium tanganku, lalu bilang, 'Mak ciumpi saya lama-lama'. Saya tidak mengerti ternyata itu terakhir kalinya," tuturnya.

Baca juga: BERI Pidato di Acara Satu Abad NU, Presiden Prabowo Janji Turunkan Biaya Ibadah Haji

Baca juga: POLISI Layangkan Panggilan Kedua ke Tersangka Bahar bin Smith Untuk Pemeriksaan Kasus Penganiayaan

Tak hanya itu, Najwa juga sempat bertanya kepada sang ibu soal penampilannya. Ia mengaku masih jelas mengingat percakapan terakhir mereka.

"Dia bilang, 'Mak, saya cantikji kah?' Saya jawab, 'Cantik sekaliko, nak'. Habis itu dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkanko beras sama uang yang banyak'," katanya.

Nurhana mengaku tak memiliki firasat buruk sama sekali malam itu. Najwa bahkan keluar rumah sambil berjalan mundur, seolah enggan berpisah.

"Dia bilang mau pergi cari uang. Saya sempat larang karena hujan dan malam, tapi dia bilang ndak apaji," tuturnya.

Dia menambahkan selepas magrib, salah satu anaknya memberi kabar kondisi Najwa yang sudah bersimbah darah.

Sang ibu pun langsung berlari ke lokasi, namun kondisi korban sudah tidak bernyawa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved