Berita Viral
Didampingi Dharma Pongrekun, Keluarga Curiga Tewasnya Ermanto Usman Datangi ke Polda Metro Jaya
Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun menjelaskan kehadiran mereka bertujuan untuk membantu mengungkap kasus ini secara lebih benderang.
TRIBUN-MEDAN.com - Keluarga masih curiga terkait kematian almarhum Ermanto Usman.
Meski polisi mengatakan, sudah mengungkap pelaku pembunuhan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) tersebut.
Terduga pelaku pembunuhan yang ditangkap yakni Sudirman (28), ditembak polisi.
Keluarga mencium ada kejanggalan dalam kasus tembunuhan yang terjadi awal Maret lalu.
Terkini, Ermanto Usman mendatangi SPKT Polda Metro Jaya untuk mengajukan Laporan Kepolisian (LP) baru, Rabu (25/3/2026).
Langkah hukum ini diambil untuk mendorong penyidikan yang lebih mendalam terkait dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.
Pihak keluarga menilai masih ada beberapa keterangan saksi dan fakta di lapangan yang perlu diteliti lebih lanjut oleh penyidik.
Dalam pelaporan tersebut, keluarga didampingi tim kuasa hukum gabungan, di antaranya Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun dan Erles Rareral.
Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun menjelaskan kehadiran mereka bertujuan untuk membantu mengungkap kasus ini secara lebih benderang.
Menurutnya, ada beberapa hal yang dirasakan keluarga belum sepenuhnya terakomodasi dalam proses sebelumnya.
"Dan kakak korban, Bapak Dalsaf Usman itu ingin supaya penyidikan terhadap kasus pembunuhan terhadap adik kandungnya dapat diteliti lebih dalam lagi, lebih terang lagi mulai dari TKP, saksi-saksi yang ada, bahkan barang bukti yang ada ataupun yang belum ada," ujar Dharma di Mapolda Metro Jaya.
Pemeriksaan Saksi Kunci
Dharma juga menyoroti perlunya pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci dari pihak keluarga yang berada di lokasi saat evakuasi korban dilakukan.
"Dari rilis itu masih banyak yang dirasakan tidak sesuai dengan apa yang dirasakan oleh pihak keluarga. Contoh yang paling gampang, beliau sendiri sebagai kakak kandung belum juga dimintai keterangan. Lalu kemudian saksi, beberapa saksi yang memang mengetahui dan mengangkat mayat juga belum diperiksa," tambahnya.
Sementara itu, anggota tim kuasa hukum lainnya, Erles Rareral, membeberkan hasil observasi mandiri yang dilakukan timnya saat mendatangi lokasi kejadian pada 4 Maret lalu.
Erles menyebut ada beberapa poin yang perlu mendapat perhatian khusus dari penyidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ermantoooosd.jpg)