Berita Viral

PILU Orang Tua Bocah SD yang Akhiri Hidup Gegara Tak Dibeli Buku dan Pena Tergolong Miskin Ekstrem

Keluarga bocah SD di Ngada NTT yang akhiri hidup gegara tak mampu membeli pena dan buku tergolong miskin ekstrem. 

Istimewa
Olah TKP dalam penyelidikan siswa SD yang diduga melakukan bunuh diri di Ngada, NTT(Tribun Flores) 

Terbelenggu dalam kemiskinan ekstrem membuat YBR mengalami tekanan ekonomi dan sosial yang berat.

Terkait bantuan sosial, Raymundus menyebut, keluarga YBR telah menerima sejumlah program pemerintah.

Di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2023 dan 2025, bantuan pangan, kepesertaan BPJS Kesehatan, dan bantuan ternak dari pemerintah desa.

Tahun ini, YBR juga mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Uang bantuan itu bahkan telah masuk rekening.

Namun, uang bantuan itu tidak bisa dicairkan karena terkendala administrasi.

Selain itu, pemerintah juga menemukan adanya beban ekonomi keluarga, berupa utang koperasi mingguan yang nilainya mencapai Rp8 juta.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Ngada menyiapkan sejumlah langkah lanjutan.

Antara lain, pendampingan psikososial bagi keluarga korban, bantuan natura dan penguatan usaha.

Kemudian, fasilitas pendidikan bagi saudara YBR, hingga pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Pemerintah Kabupaten Ngada juga menyatakan akan menanggung pelaksanaan ritual adat budaya terkait kematian YBR.

Menurut Bupati Ngada, dalam budaya masyarakat setempat, kematian tidak wajar memiliki ritual khusus yang perlu difasilitasi secara layak.

Raymundus membantah motif YBR mengakhiri hidup karena tak mampu membeli buku dan pulpen.

Ia menyatakan, berdasarkan hasil penggalian informasi tim internal pemerintah daerah, tidak ditemukan pernyataan dari keluarga yang menyebutkan motif YBR berkaitan dengan persoalan buku dan pulpen.

“Perlu saya tegaskan, informasi yang menyebut korban mengakhiri hidupnya karena tidak dibelikan buku dan bulpen adalah tidak tepat."

"Tidak ada pernyataan dari ibu kandung maupun keluarga korban yang menyampaikan hal tersebut,” kata Raymundus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved