Berita Viral

SELENGKAPNYA Daftar Nama 9 Korban Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api Tebingtinggi

Kecelakaan tragis kembali terjadi di Kota Tebingtinggi, tepatnya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
KECELAKAAN KERETA API - Kondisi mobil Toyota Avanza yang ringsek dihantam kereta api setelah mengalami kecelakaan, di Sektor 5, Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan hebat yang terjadi sekira pukul 18.24 WIB itu, mengakibatkan sembilan orang yang menumpangi mobil Avanza berplat nomor BK 1657 ABP itu meninggal dunia.
  • Masinis Kereta Api Sri Billah Utama KA U53 CC 2018344 atas nama Hendrik Santoso dan asisten masinis Goklas Junior Manurung.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kecelakaan tragis kembali terjadi di Kota Tebingtinggi, tepatnya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Pada Rabu malam, 21 Januari 2026, sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa sembilan penumpang tertabrak dan terseret oleh Kereta Api Sribilah Utama, menewaskan seluruh penumpangnya.

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 18.24 WIB ini mengakibatkan delapan korban meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya yang merupakan pengemudi meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Korban terdiri dari berbagai usia dan latar belakang, mulai dari anak-anak hingga lansia, yang sedang dalam perjalanan mengunjungi keluarga di Kota Tebingtinggi.

Identitas korban telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian dan keluarga.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara segera turun tangan untuk melakukan evakuasi, penanganan medis, serta pengamanan lokasi kejadian.

Kombes Pol Firman Darmansyah, Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan seluruh jenazah difasilitasi pemulangannya dengan pengawalan ketat.

Kecelakaan ini terjadi di perlintasan liar tanpa palang pintu, di mana masinis kereta api telah memberikan peringatan dengan membunyikan suling lokomotif berulang kali.

Namun, mobil yang melintas diduga tidak memperhatikan kondisi jalur sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

Akibat insiden ini, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan harus ditarik dengan lokomotif penolong, menyebabkan keterlambatan perjalanan selama 84 menit.

Meski demikian, seluruh kru dan penumpang kereta dalam kondisi selamat.

Pihak KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas di perlintasan kereta api demi keselamatan bersama.

"Tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Lebih baik kehilangan satu menit untuk berhenti dan memastikan aman, daripada kehilangan keselamatan," tegas Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Kereta Api di Tebingtinggi Menewaskan 9 Orang, Lokasi Perlintasan Memang Rawan

Berikut nama-nama sembilan korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut:

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved