Berita Viral

Kronologi Guru Dikeroyok Versi Lupi Fadila, Pemicu Awal Ditampar Duluan dan Panggilan Prince

Menurut Lupi, ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir usai. 

|
TRIBUN MEDAN
PENGAKUAN SISWA - Muhammad Lupi Fadila, salah satu siswa yang terlibat, membeberkan kronologi versinya yang memicu kemarahan massa siswa SMKN 3 Berbak, Jambi. 

Ringkasan Berita:- Menurut Lupi, ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir usai. 
Lupi menjelaskan bahwa guru tersebut kerap marah jika disapa dengan sebutan "Bapak" dan lebih memilih dipanggil dengan sebutan tersebut.
Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf sang guru karena dianggap telah menghina orang tua salah satu siswa

 

TRIBUN-MEDAN.com - Kronologi Guru Agus Saputra dalam kasus pengeroyokan siswa di sekolah SMKN 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, versi Muhamad Lupa Fadila dibeberkan pemicunya.

Muhammad Lupi Fadila, salah satu siswa yang terlibat, membeberkan kronologi versinya yang memicu kemarahan massa siswa.

Kemarahan itu hingga berujung pada aksi kekerasan di area kantor sekolah.

Menurut Lupi, ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir usai. 

Situasi kelas yang bising membuat Lupi spontan berteriak meminta rekan-rekannya diam.

Namun hal itu justru memicu reaksi keras dari sang guru.

Baca juga: Cegah Tawuran Remaja, Polres Sibolga Intensifkan Patroli Dini Hari

Tamparan dan Panggilan "Prince"

Lupi mengaku terkejut saat guru tersebut tiba-tiba masuk ke kelas tanpa permisi kepada guru yang sedang mengajar dan langsung mencari siapa yang berteriak.

"Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya 'siapa yang bilang woi?'. Terus saya jawab 'saya Prince' kayak gitu, terus spontan saya ke depan langsung ditampar," ungkap Lupi.

Menariknya, penggunaan panggilan "Prince" ternyata merupakan permintaan khusus dari sang guru sendiri. 

Lupi menjelaskan bahwa guru tersebut kerap marah jika disapa dengan sebutan "Bapak" dan lebih memilih dipanggil dengan sebutan tersebut.

Baca juga: Klasemen Proliga 2026 - Medan Falcons Juru Kunci, JPE 4 Besar, Megawati Total 35 Poin

Ejekan di Kantor Hingga Pukulan di Hidung

Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf sang guru karena dianggap telah menghina orang tua salah satu siswa. 

Meski sudah dimediasi oleh guru lain dan komite sekolah untuk berpidato di depan siswa, sang guru justru membahas hal lain yang memicu kekecewaan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved