2 Tersangka Diamankan di Sumut, Densus 88 Tangkap 7 Teroris Jaringan NII dan Ansharuh Daulah

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan dua orang kelompok NII ditangkap di wilayah Sumatera Utar

KOMPAS.com/ Nugraha Perdana
TANGKAP TERORIS - Lokasi penangkapan terduga teroris di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis (1/8/2024). Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sudah menangkap tujuh tersangka terorisme pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, dua antaranya diamankan di Sumatera Utara (Sumut). (KOMPAS.com/ Nugraha Perdana ) 

Ringkasan Berita:- Densus 88 Antiteror Polri menangkap tujuh tersangka terorisme pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026
Dua orang kelompok NII ditangkap di wilayah Sumatera Utara. 
Saat ini, kedua tersangka sudah langsung dilakukan penahanan.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sudah menangkap tujuh tersangka terorisme pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, dua antaranya diamankan di Sumatera Utara (Sumut).

Tujuh tersangka itu tergabung dalam dua jaringan kelompok teror yakni Negara Islam Indonesia (NII) dan Ansharuh Daulah (AD).

NII adalah sebuah gerakan yang bertujuan mendirikan negara Islam di Indonesia, muncul sejak awal kemerdekaan dan kemudian ditetapkan sebagai organisasi terlarang serta dikategorikan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah.

Sementara itu, AD adalah kelompok teror di Indonesia yang berafiliasi dengan ISIS, aktif menyebarkan propaganda dan seruan aksi teror.

Baca juga: Hukum Islam Merayakan Malam Tahun Baru Masehi, Ini Penjelasan UAS dan Buya Yahya

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan dua orang kelompok NII ditangkap di wilayah Sumatera Utara. Saat ini, kedua tersangka sudah langsung dilakukan penahanan.

"2 tersangka dilakukan penegakkan hukum terkait perannya dalam struktur organisasi NII. Keduanya diamankan di Sumatera Utara," kata Mayndra dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025). 

Kemudian, untuk lima orang tersangka lainnya ditangkap di lokasi yang berbeda-beda yakni di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Papua.

Mayndra menyebut kelima tersangka ini terlibat aktif melakukan propaganda dan seruan kepada masyarakat untuk melaksanakan aksi teror. 

Baca juga: Ini Alasan Hamas Sering Gunakan Nama Abu Ubaida Sebagai Sandi atau Nama Samaran Jubirnya

"Pendukung Daulah (ISIS) yang aktif menyerukan propaganda dan seruan untuk melakukan aksi teror," ungkapnya. 

Tak Ada Serangan Teror

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menjaga komitmen menjaga Indonesia bebas dari serangan teroris sepanjang 2025.

Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengatakan hal itu terbukti tidak adanya serangan terorisme sejak 2023 hingga 2025.

"Densus 88 Anti Teror berkomitmen menjaga Indonesia bebas dari serangan teror sepanjang tahun 2025. Telah berhasil mempertahankan status Zero Terrorism Attack sepanjang tahun 2023 hingga 2025 melalui langkah penegakan hukum yang proaktif," kata Syahar dalam rilis akhir tahun 2025 Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Baca juga: Presiden Prabowo Dikabarkan Datang ke Tapsel Hari Ini, akan Kunjungi Korban Banjir Batangtoru

Kesuksesan itu, kata Syahar, juga didukung oleh penangkapan pelaku sebanyak 147 tersangka pada tahun 2023, 55 tersangka pada tahun 2024 dan 51 tersangka di tahun 2025.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved