Berita Viral

Dosen UIM Amal Said Ketar-ketir Takut Dipecat, Merasa Dihina, Kini Menyesal Ludahi Kasir

Menurut Amal, reputasi yang ia bangun selama puluhan tahun seolah runtuh hanya karena satu tindakan yang terjadi dalam hitungan detik.

Instagram
REKAMAN CCTV : Amal Said berbaju hitam saat tengah mengantre membayar sebelum marah ditegur karyawan swalayan gegara serobot antrean (Instagram.com) 

Ringkasan Berita:- Menurut Amal, reputasi yang ia bangun selama puluhan tahun seolah runtuh hanya karena satu tindakan yang terjadi dalam hitungan detik
Peristiwa tersebut berdampak besar terhadap nama baiknya, baik secara pribadi maupun profesional sebagai aparatur sipil negara
Ia meminta agar kasir wanita berinisial N (21) bersedia mengakui adanya kekhilafan sehingga kedua belah pihak bisa saling memahami

 

TRIBUN-MEDAN.com - Amal Said, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), ketar-ketir takut dipecat usai kasus meludahi seorang kasir di swalayan.

Ia mengaku peristiwa tersebut berdampak besar terhadap nama baiknya, baik secara pribadi maupun profesional sebagai aparatur sipil negara.

Menurut Amal, reputasi yang ia bangun selama puluhan tahun seolah runtuh hanya karena satu tindakan yang terjadi dalam hitungan detik.

"Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding," kata Amal, dikutip dari kompas.com, Minggu (28/12/2025).

Baca juga: Kapal Tenggelam di Pulau Padar NTT, Petugas Temukan 1 Jenazah Diduga Putri Pelatih Valencia

Ia pun mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan kariernya sebagai dosen PNS yang kini berada di ujung tanduk.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Amal berharap perkara ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berlarut-larut.

Ia juga meminta agar kasir wanita berinisial N (21) bersedia mengakui adanya kekhilafan sehingga kedua belah pihak bisa saling memahami.

"Harapan saya, orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu. Saya tidak mau kasi panjang masalah, kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, dosa-dosa saya tanggung sendiri," ujar Amal.

Amal menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menyerobot antrean saat kejadian berlangsung.

Baca juga: Hari Ini Polrestabes Medan Rilis Kasus Anak 12 Tahun Diduga Bunuh Ibu

"Awalnya memang saya singgah untuk membeli cemilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre disitu, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa saat mengantre, ia melihat kasir lain dalam kondisi kosong sehingga berinisiatif berpindah demi efisiensi.

"Saya liat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang dibelakang saya, akhirnya saya kesebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya," jelas Amal.

Namun, situasi kemudian memanas setelah ia merasa ditegur dengan cara yang menurutnya tidak menghargai sebagai orang yang lebih tua.

Amal mengaku merasa dilecehkan secara martabat, terutama karena latar budaya Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi rasa hormat.

Baca juga: FAKTA Kematian Sri Wulandari, Suami Bunuh Istri, Korban Pernah Kabur Tak Tahan Dikurung

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved