Banjir dan Longsor di Sumut

3 Berturut Hujan di Tapteng, Warga Trauma Banjir Lagi, Posko Pengungsian Bertambah Ramai

Posko pengungsian pasca banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu  di Gor Pandan, Tapteng  yang tadinya mulai berkurang, kini kembali ramai. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
KORBAN BANJIR - Kondisi suasana posko tempat pengungsian penyintas banjir di Simpang Kelurahan Sipange-Hutanabolon, Tukka, Tapteng, Selasa (16/12/2025). Anak-anak penyintas banjir mulai terserang wabah penyakit gatal-gatal, bapil, demam dan diare. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Hujan deras kembali guyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak hari Minggu (14/12/2025) 

Intensitas hujan tersebut ringan hingga deras.

Pantauan Tribun Medan, Selasa (15/12/2025), hujan di Tapteng terjadi secara merata dan tak kunjung berhenti dari pagi hingga malam hari selama tiga hari belakang. 

Akibatnya, posko pengungsian pasca banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu  di Gor Pandan, Kabupaten Tapteng  yang tadinya mulai berkurang, kini kembali ramai. 

Kondisi  tempat pengungsian penyintas banjir di Gor Pandan, Tapteng, Selasa (16/12/2025).
Kondisi  tempat pengungsian penyintas banjir di Gor Pandan, Tapteng, Selasa (16/12/2025). Gor ini kembali ramai karena, Tapteng sudah diguyur hujan selama tiga hari beruntun.

Banyak warga yang berasal dari Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri kembali datang ke posko itu.

Satu di antaranya warga Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, Baqila Sitompul. 

Dikatakannya, ia terpaksa kembali ke posko, karena trauma banjir kembali menghantui mereka.

"Rumah kami sudah mulai bersih, cuman biar aman ke sinilah kami lagi (ke Posko Pengungsian Gor Pandan). Takut banjir tiba-tiba. Karena kemarin kek ginilah, hujan ga berhenti tiga hari tiga malam," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (16/12/2025).

Hal senada juga disampaikan, Porman Hutagalung, warga Desa Lopian Kecamatan Badiri

"Saya ke sini, karena takut rumah kami banjir lagi. Di Lopian adanya posko. Cuman trauma longsor pas ke sana, akses jalan tertutup lagi, jadi kami putuskan untuk bermalam di sini. Kami takut longsor menimpa pas lagi lewat Hajoran," ucapnya.

Ia bukan hanya trauma akibat banjir, tetapi juga longsor sepanjang jalan menuju rumahnya.

"Saya lihat langsung, tetangga saya tertimpa longsor. Apalagi jalan ke rumah kami ada  beberapa titik longsor. Jadi lebih baik menghindar daripada dipaksakan. Trauma kami," ucapnya. 

Baca juga: Keluarga Korban akan Laporkan Hakim yang Kabulkan Permohonan 2 Tersangka Pembunuhan di Deli Serdang

Baca juga: Lewat 30 Hari Tak Diambil, Imigrasi Medan Batalkan 33 Paspor Di Tahun 2025

Baca juga: Sekda Siantar Turun Langsung Hadapi PO Bus, Minta agar Beraktivitas di Terminal selama Nataru

Berdasarkan data BMKG Medan, yang Tribun Medan lihat di Instagram resminya @infobmkgsumut, Kabupaten Tapteng akan diguyur hujan deras dan lebat di siang hingga sore hari ini. Begitupun waktu dini hari. 

"Dengan suhu udara mencapai 18-29 derajat celcius dan kecepatan angin mencapai 3 KM per jam," dalam keterangan tertulis yang dilihat di instagram resminya.

BMKG juga membuat  siaga peringatan dini Tapteng termasuk kategori waspada dan siaga hujan ringan hingga sangat lebat  hari ini.  

Warga Terserang Penyakit

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved