Berita Viral

KESAL Jalan Rusak Bertahun-tahun dan Jembatan Putus, Warga Iuran Cor Jalan, Biaya Rp 45 Juta

Warga inisiatif kumpul uang secara kolektif untuk memperbaiki jalan. Total uang yang dikumpulkan Rp 40 juta.

TRIBUN MEDAN/DEDY
Ilustrasi perbaikan jalan. Warga inisiatif kumpul uang secara kolektif untuk memperbaiki jalan. Total uang yang dikumpulkan Rp 40 juta. 

"Kesepakatan iuran sukarela, dan mulai dikumpulkan pada Rabu (05/03/2025). Tapi sebagian besar mereka sukarela iuran Rp 50.000 per rumah. Ada juga yang lebih. Tapi untuk warga kurang mampu tidak harus iuran," ucap Feri.

Uang yang terkumpul itu dibelanjakan material berupa semen, pasir, serta kebutuhan lain guna perbaikan jalan.

"Setelah dana terkumpul semua, pada Jumat (07/03/2025) mulai belanja kebutuhan material berupa semen dan pasir, karena perbaikan menggunakan sistim pengecoran beton," ujar Feri.

Setelah bahan semua terkumpul di lokasi jalan yang hendak diperbaiki, warga gotong-royong saling bantu perbaiki jalan.

Mulai dari laki-laki maupun perempuan dewasa, orangtua, dan anak-anak turut membantu perbaikan jalan.

"Meski bulan puasa, semua semangat gotong royong saling bantu memperbaiki jalan. Mereka mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan," ucap Feri.

Proses pengerjaan jalan rusak sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu membutuhkan waktu tiga hari.

Saat ini, jalan sudah jadi dan bisa dilewati masyarakat untuk berbagai aktivitas dengan nyaman dan aman.

"Respons masyarakat senang, setelah perbaikan kondisi jalan sedikit lebih baik," ujar Feri.

Jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas, terutama ketika musim hujan. Tidak jarang, dengan kondisi tersebut, sering kali terjadi kecelakaan.

"Sebelum diperbaiki jalan berbatu dan licin. Dan jalan tersebut merupakan penghubung antar Desa Ngadimulyo ke Desa Bogoran dan Desa Karangrejo. Juga jalan utama warga ke pasar maupun ke sekolah," ujar Feri.

Ia berharap agar pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi jalan yang ada di kawasan pelosok.

Sebab, sebagian besar masyarakat di wilayah desa bergantung pada infrastruktur jalan guna melakukan berbagai aktivitas.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jatim.com

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved