Berita Viral

KESAL Jalan Rusak Bertahun-tahun dan Jembatan Putus, Warga Iuran Cor Jalan, Biaya Rp 45 Juta

Warga inisiatif kumpul uang secara kolektif untuk memperbaiki jalan. Total uang yang dikumpulkan Rp 40 juta.

TRIBUN MEDAN/DEDY
Ilustrasi perbaikan jalan. Warga inisiatif kumpul uang secara kolektif untuk memperbaiki jalan. Total uang yang dikumpulkan Rp 40 juta. 

Warga bergotong royong melakukan pengecoran rabat beton tanpa melibatkan kontraktor atau pekerja proyek.

Jika realisasi anggaran pemerintah dirasa terlalu lama, maka warga berencana melanjutkan perbaikan jembatan secara mandiri.

“Kalau terlalu lama, kami gunakan dana swadaya lebih dulu. Yang penting akses warga tetap berjalan,” kata Suranto.

Jalan yang diperbaiki merupakan bagian dari ruas Branti–Gondangan–Pendem yang mengalami kerusakan berat.

Ruas Branti–Gondangan memiliki panjang sekitar lima kilometer, dan Padukuhan Sonyo berada di jalur tersebut.

Perbaikan parsial yang dilakukan selama ini dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi kondisi jalan secara keseluruhan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Didik Wijanarto, sebelumnya menyampaikan keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan untuk ruas jalan di wilayah Sonyo.

Anggaran rutin yang tersedia umumnya hanya cukup untuk pekerjaan ringan dan mampu menangani sekitar dua titik pekerjaan dalam satu tahun.

Pada 2025 tidak terdapat alokasi anggaran untuk ruas tersebut.

Pemerintah daerah baru merencanakan anggaran sekitar Rp 250 juta pada 2026, itu pun terbatas untuk perbaikan gorong-gorong dan talut, bukan peningkatan badan jalan secara menyeluruh.

“Untuk 2026 sudah diakomodasi, meski terbatas. Permintaan kalurahan berupa gorong-gorong dan talut,” kata Didik.

Peningkatan jalan secara signifikan masih bergantung pada bantuan pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sumber pendanaan lainnya.

Didik juga menyoroti peran aktivitas tambang yang dinilai turut berkontribusi terhadap kerusakan jalan di ruas tersebut.

Ia menyebut perusahaan tambang idealnya ikut bertanggung jawab melalui program CSR atau mekanisme lain yang sesuai aturan.

Perbaikan swadaya warga mencerminkan inisiatif masyarakat dalam menjaga akses dasar.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved