Berita Viral

KESAL Jalan Rusak Bertahun-tahun dan Jembatan Putus, Warga Iuran Cor Jalan, Biaya Rp 45 Juta

Warga inisiatif kumpul uang secara kolektif untuk memperbaiki jalan. Total uang yang dikumpulkan Rp 40 juta.

TRIBUN MEDAN/DEDY
Ilustrasi perbaikan jalan. Warga inisiatif kumpul uang secara kolektif untuk memperbaiki jalan. Total uang yang dikumpulkan Rp 40 juta. 

Namun, kondisi ini sekaligus menunjukkan keterbatasan kapasitas anggaran daerah dalam menangani kerusakan infrastruktur secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berita Lain

Puncak kemarahan masyarakat Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur akhirnya terwujud dalam kemandirian.

Warga Desa Ngadimulyo ternyata sudah sekitar 10 tahun mengalami kondisi yang sama.

Jalanan yang menjadi poin vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat itu bak tidak mendapat tanggapan sama sekali dari pemerintah.

Puluhan tahun jalan rusak, masyarakat Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya memutuskan berlaku mandiri.

Swadaya mandiri dilakukan oleh warga dengan mengadakan iuran dan gotong royong perbaikan.

Iuran sukarela yang terkumpul dari masyarakat untuk perbaikan itu senilai Rp 10.450.000 Selasa (11/03/2025), seperti dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Rabu (12/3/2025).

Jalan yang mengalami kerusakan salama sekitar 10 tahun tersebut berada di lima rukun tetangga (RT) Dusun Tanjung, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Trenggalek.

"Sudah 10 tahun jalan rusak tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah. Juga sudah kami ajukan beberapa kali namun tidak ada respons," kata salah satu warga Dusun Tanjung, Feri Ardianto (33) melalui sambungan telepon, Selasa (11/03/2025).

Karena tidak kunjung ada perhatian maupun upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Pemerintah Desa Ngadimulyo, masyarakat di Lima RT, yakni RT 02, 03, 04, 05, dan RT 06 lingkungan rukun warga (RW) 01 berinisiatif untuk iuran sukarela guna perbaikan jalan.

"Awal perencanaan perbaikan jalan secara swadaya pada Sabtu (01/03/2025)," ucap Feri. 

Rencana tersebut disambut baik oleh seluruh masyarakat di wilayah RW 01 Dusun Tanjung Kampak Trenggalek.

Setiap kepala keluarga atau rumah, memberi iuran sukarela kepada masing-masing kordinator RT, sebesar Rp 50.000.

Bahkan ada yang memberi iuran lebih. Bagi warga yang kurang mampu, tidak diwajibkan iuran sukarela tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved