Breaking News

Banjir dan Longsor di Sumut

Lagi, Jawaban Menteri Kehutanan Asal Kayu Gelondongan, WALHI Beber 7 Perusahaan Perusak Hutan

Lagi-lagi, asal kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera menjadi sorotan publik. Menteri Kehutanan Raja Juli lagi-lagi merahasiakan

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
KAYU GELONDONGAN - Polri Bongkar asal Kayu Gelondongan Banjir Garoga, Batang Toru Sumut 

Ringkasan Berita:Asal Kayu Gelondongan Jadi Sorotan
 
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni lagi-lagi merahasiakannya asal kayu gelondongan
  • Perusahaan pembalak liar hutan jadi sorotan publik
  • Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyoroti kerusakan hutan Bantang Toru
  • WALHI Soroti 7 Perusahaan Perusak Hutan
  • WALHI juga mencatat terdapat 62 aktivitas tambang emas tanpa izin

 

TRIBUN-MEDAN.com - Lagi-lagi, asal kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera menjadi sorotan publik.

Tapi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni lagi-lagi merahasiakannya.

Kenapa sang menteri tidak mengungkapkan mengenai asal kayu gelondongan tersebut?

Menurutnya masalah tersebut sudah ditangani oleh aparat penegak hukum.

"Saya tidak bisa buka ke publik," kata Menhut di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin malam, (15/12/2025).

Ia mengatakan sudah ada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH)  dan Kepolisian yang sedang menyelidiki sumber kayu gelondongan tersebut. Pihaknya sudah bertemu dengan Satgas PKH dan Kabareskrim Polri membahas masalah itu.

"Sekali lagi ini kan ada Satgas PKH dan Kabareskim, kami sudah ada pertemuan dan sudah ada list nama-nama perusahaan yang sedang di...makanya levelnya sudah sampai ke penyelidikan," katanya.

Menurutnya Kepolisian akan segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut dan diumumkannya ke publik. Terkait indikasi adanya perusahaan pemerintah dan pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut, Menhut belum mau berkomentar.

"Saya no comment ya, tetapi ada sawit ada juga tambang tetapi ini semua lagi berproses, jadi saya tidak bisa," pungkasnya.

WALHI Soroti 7 Perusahaan Perusak Hutan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyoroti kerusakan hutan Bantang Toru, yang membuat banjir besar di tiga wilayah seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga. 

Gelondongan kayu menghancurkan rumah dan menimbun ratusan warga.

Sawah-sawah, sungai, dan permukiman penduduk juga dipenuhi gelondongan kayu.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyampaikan, masyarakat menjaga agar hutan tetap lestari karena merupakan sumber penghidupan. Warga juga tahu kerusakan hutan akan membuat banjir. Namun, izin perusahaan seperti perkebunan dan pertambangan membuat kawasan hutan yang dijaga warga menyusut. 

"Sejak lama Walhi bersama masyarakat di sana terus berusaha melestarikan hutan, karena masyarakat melihat kawasan Batang Toru harus lestari karena dari sana masyarakat mendapatkan air, dan wilayah hulu yang jika rusak akan berdampak bagi rumah mereka dan kawatir soal banjir yang akan terjadi," kata Direkrut Walhi Sumut, Rianda Purba, Minggu (14/12/2025).

KAYU GELONDONGAN - Penampakan hutan gundul di Muara Sibuntuon, Sibabangun, Tapteng. Kuat dugaan kayu gelondongan banjir bandang Batangtoru berasal dari daerah ini.
KAYU GELONDONGAN - Penampakan hutan gundul di Muara Sibuntuon, Sibabangun, Tapteng. Kuat dugaan kayu gelondongan banjir bandang Batangtoru berasal dari daerah ini. (TRIBUN MEDAN/AZIS)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved