Banjir dan Longsor di Sumut

Prabowo Subianto Blak-blakan Nasib PT TPL Dikaitkan Penyebab Banjir,soal Kepemilikan Luhut Membantah

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait PT Toba Pap Lestari (TPL) yang terus-menerus jadi sorotan publik.

|
Editor: Salomo Tarigan
DOK Tangkapan layar Kompas TV
PRABOWO SUBIANTO - Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi banjir Sumatera akhir November lalu. Prabowo meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025). Prabowo Subianto memerintahkan audit terhadap PT TPL diduga penyebab banjir parah di Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait PT Toba Pap Lestari (TPL) yang terus-menerus jadi sorotan publik.

 Aktivitas PT TPL dituding ikut menyebabkan bencana banjir dan longsor parah di Sumatera Utara.

Sebelumnya Prabowo meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).

Prabowo Subianto memerintahkan audit terhadap PT TPL.

Perintah Prabowo disampaikan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni  di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, (15/12/2025).

KAYU GELONDONGAN - Penampakan hutan gundul di Muara Sibuntuon, Sibabangun, Tapteng. Kuat dugaan kayu gelondongan banjir bandang Batangtoru berasal dari daerah ini.
KAYU GELONDONGAN - Penampakan hutan gundul di Muara Sibuntuon, Sibabangun, Tapteng. Kuat dugaan kayu gelondongan banjir bandang Batangtoru berasal dari daerah ini. (TRIBUN MEDAN/AZIS)

PT TPL adalah Perusahaan kehutanan dan pulp terbesar di Indonesia, beroperasi di Sumatera Utara, menghasilkan pulp sebagai bahan baku industri kertas.

Perusahaan industri pulp di Sumatera Utara yang dulu dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama, yang terkenal karena konflik berkepanjangan dengan masyarakat adat terkait isu lahan, lingkungan, dan perampasan hak atas sumber kehidupan, dengan tuntutan agar perusahaan tersebut ditutup (tutupan TPL).

Baca juga: Rumah Sakit di Sumut Harus Patuh, Dilarang Tolak Pasien Kritis, Mendagri Terbitkan Surat Edaran

Perusahaan ini memiliki sejarah panjang konflik sejak tahun 1980-an, menyebabkan kerusakan lingkungan dan isu sosial-ekonomi di kawasaan Danau Toba.

TPL dimiliki oleh konglomerasi Sukanto Tanoto (RGE Group), tetapi kepemilikan dikabarkan  telah beralih ke Allied Hill Limited.

Siapa pemilik TPL sampai sekarang, tidak pernah diungkapkan secara jelas oleh pemerintah.

Baca juga: Akhirnya Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan, Segera Adili Tersangka, Roy Suryo Masih Ngotot

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sempat dikaitkan dengan kepemilikan saham PT TPL.

Tapi kemudian, Luhut membantah isu kepemilikan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Bantahan itu disampaikan lewat Juru Bicara Ketua DEN, Jodi Mahardi. 

“Sehubungan dengan beredarnya berbagai informasi yang simpang siur di media sosial maupun ruang publik mengenai tuduhan bahwa Bapak Luhut Binsar Pandjaitan memiliki keterlibatan atau kepemilikan di perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL), dengan ini kami menyampaikan klarifikasi resmi,” ujar Jodi lewat keterangan pers Kamis (4/12/2025). 

Jodi memastikan Luhut tidak memiliki hubungan apapun baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Toba Pulp Lestari.

Baca juga: Peduli Bencana Sumbagut, Anggota DPRD Karo Mathius Bukit Salurkan Bantuan Melalui Posko GBKP

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved