Berita Viral

KISAH PILU Selvi Korban Banjir Longsor Tapteng, Jalan Berjam-Jam Cari Jasad Orangtua dan Anaknya

Selvi berjalan kaki berjam-jam demi  menemukan orangtua dan adiknya. Selvi tak bisa menahan tangis melihat orangtua dan adiknya sudah tewas. 

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Selvi Mawarni Zai, keluarga 3 korban tewas akibat longsor di Kelurahan Kalangan Indah, Kecamatan Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat diwawancarai, Jumat (5/12/2025). Ia yang sedang merantau ke Medan, berjalan kaki berjam-jam untuk melihat jenazah kedua orang tuanya dan adiknya, akibat jalanan terputus. 

TRIBUN-MEDAN.com - Selvi berjalan kaki berjam-jam demi  menemukan orangtua dan adiknya. Selvi tak bisa menahan tangis melihat orangtua dan adiknya sudah tewas. 

Kisah pilu bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah masih terasa hingga kini. 

Sementara jalanan aspal masih berlumpur, tanah merah menumpuk di sepanjang jalan lintas Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga.

Aroma tak sedap pun mulai sedikit menyeruak dari lokasi.

Saat didatangi, ternyata rumah berpagar hijau yang berada Kelurahan Kalangan Indah KM 13, Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah itu baru saja menggelar acara adat usai meninggalnya keluarga mereka.

Ketika ditanya lebih lanjut, ternyata yang meninggal dunia sebanyak 3 orang akibat rumahnya tertimbun longsor, tepat di seberangnya.

Duduk di kursi plastik warna hijau, mengenakan kaus merah muda, wajah Selvi Mawarni Zai tampak letih kemerahan.

Saat diwawancarai, rupanya acara adat itu merupakan sepeninggal ayah, ibu dan adiknya akibat bencana longsor.

Selvi tak bisa lagi menangis karena saking lelahnya.

Dia menyebut, kalau 3 anggota keluarganya itu meninggal dunia bersama 4 orang lainnya pada Selasa 25 November lalu.

"Dari 7 orang itu, 3 adalah keluarga saya, yaitu bapak, ibu dan adik saya yang berusia 16 tahun,"kata Selvi Mawarni Zai, Jumat (5/12/2025).

Baca juga: Duka Mendalam di Kelurahan Hutanabolon Tukka Tapteng, Satu Kampung Hampir Rata dengan Tanah

Baca juga: Anggota DPRD Langkat Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional, Matthew: Dampaknya Meluas

Selvi menceritakan, kalau kedua orang tuanya dan satu adiknya meninggal dunia akibat tertimbun longsor pada Selasa 25 November lalu. 

Saat itu, pemukiman mereka dilanda hujan berhari-hari sampai akhirnya pada Selasa 25 November, sekira pukul 09.00 WIB tebing yang berada di balik rumah orang tuanya longsor langsung menimbun kedua orang tua dan adiknya.

Meski sudah tertimbun sejak hari Selasa, namun jenazah 3 anggota keluarganya itu baru ditemukan pada Jumat tanggal 3 Desember, atau 8 hari setelah kejadian. 

Sebab, saat itu belum ada yang melaporkan ke pemerintah setempat kalau ada korban tertimbun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved