Berita Viral

KISAH PILU Selvi Korban Banjir Longsor Tapteng, Jalan Berjam-Jam Cari Jasad Orangtua dan Anaknya

Selvi berjalan kaki berjam-jam demi  menemukan orangtua dan adiknya. Selvi tak bisa menahan tangis melihat orangtua dan adiknya sudah tewas. 

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Selvi Mawarni Zai, keluarga 3 korban tewas akibat longsor di Kelurahan Kalangan Indah, Kecamatan Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat diwawancarai, Jumat (5/12/2025). Ia yang sedang merantau ke Medan, berjalan kaki berjam-jam untuk melihat jenazah kedua orang tuanya dan adiknya, akibat jalanan terputus. 

Sampai akhirnya sekira Jumat 28 November malam, Selvi dan suaminya yang selama ini menetap di Medan membulatkan tekad untuk pulang ke Tapanuli Tengah yang saat itu terisolasi akibat jalan banyak tertutup longsor.

Di sekitar Tarutung pada Sabtu pagi, lanjutnya, jalanan mulai terputus dan mereka terpaksa berjalan kaki sampai ke Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Karena sudah malam, Mereka pun menghentikan perjalanan dan singgah ke sebuah pengungsian untuk beristirahat.

Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sampai ke rumahnya di Kelurahan Kalangan Indah KM 13, Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Dari Tarutung, karena jalan terputus kami berjalan kaki sampai ke Rampah. Sesampainya di Rampah, di rumah pengungsi menginap,"katanya.

"Paginya kami jalan kaki lagi. Kek mana lah kan jalan yang kami lewati itu banyak longsor kemudian putus,"sambungnya.

Begitu sampai, kepedihan dan kesedihan Selvi tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata karena kedua orang tuanya dan satu adiknya tertimbun longsor dan belum dievakuasi.

Sampai akhirnya mereka melaporkan kepada pihak kelurahan, kalau ada orang yang tertinggal longsor dan belum diangkat.

Jenazah ketiga anggota keluarganya pun itu ditemukan delapan hari setelah tertimbun atau tepatnya pada 3 Desember.

Usai ditemukan, ketiganya dimakamkan secara bersamaan dalam satu lubang makam.

"Ayah ibu dan adik saya sudah dimakamkan dimakamkan satu lubang karena satu keluarga."

Saat ini Selvi dan warga sekitar berharap pemerintah lebih aktif membantu masyarakatnya. 

Menurutnya, peran pemerintah dalam evakuasi korban bencana sangat lamban. 

Untuk evakuasi keluarganya, ia menyewa alat berat dari warga sekitar secara mandiri.

Iya mengaku selama ini belum menerima bantuan pemerintah. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved