Banjir dan Longsor di Sumatera

3 Bupati Menyerah Tangani Dampak Banjir dan Longsor, Warga Terancam Kelaparan, Respons Mendagri

Tiga kepala daerah di Sumatera dikabarkan menyerah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
BANJIR - Suasana Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir pada, Rabu (26/11/2025). Sejumlah wilayah masih terdampak akibat bencana banjir, seperti di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (3/12/2025). 

Ringkasan Berita:3 Kepala Daerah Menyerah Tangani Banjir
 
  • Ketiga bupati Aceh yakni Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.
  • Stok BBM dan pangan yang menipis di wilayah Aceh Tengah
  • Masalah akses jalan terputus hingga sulitnya menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) dan makanan
  • Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah  tidak memiliki pesawat untuk membawa makan
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membantah bahwa tiga Bupati di Aceh menyerah total

 

 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah wilayah masihb terkena dampak musibah banjir beberapa waktu lalu.

Tiga kepala daerah di Sumatera dikabarkan menyerah menghadapi bencana dampak banjir dan tanah longsor.

Tidak hanya masalah tempat tinggal, warga pun terancam kelaparan karena kesulitan mendapat makanan.

Kondisi bencana ditambah akses jalan terputus, sulitnya menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) hingga stok pangan menipis.

Terkait kabar 3 kepala daerah di Aceh menyerah, langsung ditanggapi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Tito Karnavian membantah bahwa tiga Bupati menyerah total tangani bencana banjir dan longsor.

MENDAGRI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian
MENDAGRI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (DOK puspen kemendagri)

Menurut Tito mereka tetap bekerja menangani bencana sesuai dengan kemampuan.

Namun Tito tidak menampik bahwa ada beberapa hal yang para bupati tersebut tidak mampu.

"Bukan menyerah total, bukan. mereka tetap bekerja semampu mereka tapi ada yang mereka gak mampu," kata Tito di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu, (3/12/2025).

Tito mencontohkan soal stok BBM dan pangan yang menipis di wilayah Aceh Tengah.

 Sementara itu akses ke wilayah tersebut terputus akibat bencana banjir dan longsor. oleh karena itu perlu adanya bantuan dari udara.

"Tolong bagi bapak dan ibu yang ikut ke lapangan, contoh misalnya Aceh Tengah, terkunci, jalan semua terkunci karena longsor jembatan putus dari utara dari Lhokseumawe putus dari selatan juga putus. mereka tetap bekerja, cuma dengan kemampuan yang ada. tapi ada hal yang mereka gak mampu, yaitu harus ada tambahan makanan BBM dropping dari udara,"katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tersebut kata Tito tidak memiliki pesawat untuk membawa makanan, ataupun alat berat untuk membuka akses jalan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved