Banjir dan Longsor di Sumut

Respons Ketua DPR Puan, Korban Banjir Punguti Beras Berceceran di Tanah, Dilempar dari Helikopter

Viral video sejumlah warga korban banjir memunguti beras yang dilempar dari helikopter.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Fb Sumatera_talk
PUNGUTI BERAS - Tayangan video yang memperlihatkan sejumlah warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah menjadi viral di media sosial. Warga yang memunguti beras merupakan korban bencana baniir dan longsor di Taput, Sumut 

Ringkasan Berita:Warga Korban Bencana Banjir Punguti Beras Berceceran
 
  • Dalam video yang viral, terlihat helikopter menjatuhkan beras dan mie instan kepada korban banjir dan longsor.
 
  • Warga beramai-ramai memungut beras yang bercampur tanah dengan menggunakan bajunya sebagai wadah.
 
  • Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi pemberian bantuan dengan cara dilempar dari helikopter.
 
  • Cara penyaluran ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga karena bantuan yang diterima tidak merata dan banyak yang rusak

 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral video sejumlah warga korban banjir memunguti beras yang dilempar dari helikopter.

Bantuan beras dalam kemasan yang dilempat dari helikopter pecah.

Berasnya pun berceceran di tanah.

Peristiwa tersebut terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Warga yang memunguti beras merupakan korban bencana baniir dan longsor.

Dampak dari bencana tersebut, warga kesulitan mendapat bahan makanan.

PUAN - Ketua DPR Puan Maharani
PUAN - Ketua DPR Puan Maharani (DOK DPR RI)

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi pemberian bantuan dengan cara dilempar dari helikopter.

Menurutnya cara yang tidak baik tersebut harus dievaluasi.

"Bahwa memang banyak sekali wilayah yang jalurnya itu terputus, jadi dilakukan melalui udara, namun kemudian cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

"Karena itu juga perlu dievaluasi yang sebaik-baiknya," imbuhnya.

Puan mengingatkan agar bantuan logistik yang diberikan untuk korban banjir harus tersalurkan dan bisa dimanfaatkan.

Sebab itu, harus dipikirkan cara untuk menyalurkan logistik di tengah masih banyaknya akses jalan yang terputus.

"Jangan sampai bantuan yang datang pun kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban," ujarnya.

"Jadi ini yang sebaiknya kita pikirkan langkah-langkah yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak, bagi wilayah yang terkena terkena bencana tersebut," tandasnya.

Beras Dipungut Ditampung di Baju

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved