Berita Viral

NASIB Dewi Astutik Ditangkap BNN di Kamboja, Otak Penyelundupan 2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun

Dewi Astutik, buronan narkoba kelas kakap yang menjadi otak penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun itu akhirnya ditangkap.

Tribunnews.com
OTAK PENYELUNDUPAN SABU - Dewi Astutik WNI asal Ponorogo, Jawa Timur. Dewi diketahui menjadi otak penyelundupan sabu-sabu seberat 2 ton senilai Rp5 triliun. Sabu-sabu itu diamankan di perairan utara Tanjung Balai Karimum, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (22/5/2025). (Istimewa) 

 

TRIBUN-MEDAN.com - Dewi Astutik, buronan narkoba kelas kakap yang menjadi otak penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun itu akhirnya ditangkap.

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap gembong narkoba sekaligus buronan internasional, Dewi Astutik di Kamboja, pada Senin, (1/12/2025).

Penangkapan dilakukan di Kamboja setelah buron selama berbulan-bulan.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Kasus ini membuka fakta baru soal jaringan narkoba internasional yang dikendalikan dari luar negeri.

Baca juga: Sosok 4 Pelaku Pembunuh Ibu Muda di Batam, Fakta Baru Muncul, Jaringan Gelap di Balik Agensi LC

Dewi Astutik sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyelundupan 2 ton sabu sejak 2024.

Dewi Astutik merupakan pengendali utama jaringan narkotika internasional Golden Triangle  yang digagalkan pada Mei 2025, serta sejumlah kasus besar pada 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.

Melansir dari Kompas.com, Dewi diringkus di Sihanoukville, Kamboja, melalui operasi senyap lintas negara yang dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan.

Gembong narkoba yang juga menjadi buronan otoritas Korea Selatan ini ditangkap saat hendak menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville.

Baca juga: Tampang Pria Perusak Altar Sembahyang Kelenteng di Kisaran, Motifnya Minta Uang

Dibawa ke Phnom

Usai ditangkap, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Setibanya di Indonesia, Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat.

BNN menegaskan, penindakan tidak akan berhenti pada penangkapan ini, tetapi berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisasi.

Jaringan yang dikendalikan Dewi Astutik disebut sangat aktif mendistribusikan berbagai jenis narkotika ke Asia Timur dan Asia Tenggara. Tidak hanya sabu, sindikat ini juga mengedarkan kokain hingga ketamin menggunakan jalur darat dan laut dikutip dari kompas.com.

Baca juga: Update Jumlah Korban Banjir dan Longsor di Sumut, Meninggal 240 dan Hilang 182 Orang

BNN menegaskan, keberhasilan menangkap Dewi bukan menjadi akhir operasi. Penindakan akan dilanjutkan untuk membongkar seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara terorganisasi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved