Berita Viral

RINCIAN Ratusan Korban Tewas dan Hilang dalam Bencana Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh

Polda Sumut dan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) mencatat korban banjir dan longsor di Sumut, Aceh, dan Sumbar per Sabtu.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BANJIR DAN LONGSOR - Kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga setelah bencana alam longsor dan banjir, Jumat (28/11/2025). Polda Sumut mencatatkan 147 orang meninggal dunia di Sumut akibat bencana alam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) mencatat korban banjir dan longsor di Sumut, Aceh, dan Sumbar per Sabtu (29/11/2025).

Di Sumatera Utara (Sumut) korban tewas mencapai 147 jiwa dan 174 orang masih dalam pencarian.

Selanjutnya, di Sumatera Barat (Sumbar) korban tewas mencapai 61 orang dan 90 masih hilang.

Kemudian, di Aceh korban tewas mencapai 35 orang dan 25 lainnya masih dalam pencarian. 

Sehingga untuk sementara ini, korban meninggal dunia di wilayah tiga provinsi ini telah mencapai 272 orang dan 286 lainnya masih dalam pencarian.

Data terbaru yang dirilis oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) hingga Sabtu (29/11/2025), mencatat 147 orang meninggal dunia, 174 orang masih dalam pencarian, dan lebih dari 28 ribu warga mengungsi akibat bencana ini.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengungkapkan bahwa sejak 24 November hingga 29 November 2025, tercatat 488 kejadian bencana alam di wilayah Sumut dengan total 1.076 korban, termasuk 147 meninggal dunia.

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 56 kejadian bencana, 691 korban, termasuk 47 meninggal dunia dan 51 masih dalam pencarian.

Kota Sibolga juga mengalami dampak berat dengan 33 korban meninggal dan 56 orang hilang.

Selain itu, daerah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan lainnya juga mengalami peningkatan longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi.

Polda Sumut mengerahkan lebih dari 3.500 personel untuk melakukan evakuasi, membuka akses jalan yang terputus, mendistribusikan logistik, mendirikan dapur lapangan, dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.

Kombes Pol Ferry menegaskan bahwa prioritas utama adalah penyelamatan jiwa, pencarian korban hilang, dan pemulihan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto, melaporkan bahwa data korban jiwa di Sumut masih berpotensi bertambah karena masih ada titik longsoran yang belum bisa dijangkau tim evakuasi.

Pendataan dan pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan korban yang masih hilang.

Jumlah pengungsi di Sumut tersebar di berbagai titik, dengan konsentrasi terbesar di Mandailing Natal dan Tapanuli Tengah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved