Berita Viral
Pengakuan Ibu Dina Oktaviani, Bongkar Penyebab Anaknya Mau Datang ke Rumah Heryanto
Heryanto merupakan pelaku pembunuhan terhadap Dina Oktaviani, yang bekerja sebagai karyawan minimarket di Karawang, Jawa Barat.
TRIBUN-MEDAN.com - Yayah (53), ibu korban Dina Oktaviani (21), membantah pernyataan pelaku, Heryanto (27).
Heryanto merupakan pelaku pembunuhan terhadap Dina Oktaviani, yang bekerja sebagai karyawan minimarket di Karawang, Jawa Barat.
Peristiwa pembunuhan terjadi di rumah pelaku yang berlokasi di Kampung Pasir Oa, Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, Jawa Barat.
Menurut pengakuan Heryanto, Dina datang ke rumahnya untuk curhat soal percintaan.
"Dia sering curhat, 'pak saya ada masalah'. 'Masalahnya kenapa neng ?'. 'Saya itu suka sama cowok saya pacaran sama dia tapi dia sekarang udah gak punya rasa lagi sama saya'," kata Heryanto.
Heryanto mengaku Dina meminta bantuannya untuk bertemu orang pintar agar bisa melupakan mantan pacarnya, Ahmad.
"Kebetulan saya dekat sama orang-orang yang bisa diminta pertolongan, kayak hal kayak gitu," katanya.
"Beliau juga cerita sama saya juga pernah," tambah Heryanto.
Namun saat berada di rumah pelaku, Dina dibunuh dengan cara dibekap dan dipiting hingga kehabisan napas.
Jasad korban bahkan sempat disetubuhi oleh pelaku sebelum kemudian dibungkus pelaku dengan kardus.
Setelah itu, Heryanto membawa jasad Dina dan membuangnya ke Sungai Citarum.
Jasad Dina Oktaviani ditemukan mengambang di aliran Sungai Citarum, Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Selasa (7/10/2025).
Ibu Dina Bantah Pengakuan Pelaku
Ibu korban, Yayah, mengatakan semua yang diungkapkan Heryanto adalah kebohongan.
Menurut Yayah, Heryanto menyuruh Dina datang ke rumah karena ingin meminjam uang.
| RESPONS Cak Imin Soal Kasus Amsal Sitepu di Tanah Karo: Ide dan Kreativitas Dinilai Rp0, Bahaya! |
|
|---|
| WAKIL Bupati Ngamuk ke Bupati Karena Kasus Korupsinya Masa Lalu Diungkit: Koreksi Dulu Diri Sendiri! |
|
|---|
| GAS LPG 3 Kg Langka dan Harga Meroket, Warga Mulai Beralih ke Kayu Bakar |
|
|---|
| SETELAH Diprotes dan Bikin polemik, DPRD Sumsel Batalkan Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta |
|
|---|
| KELUARGA Tolak Praka Fahrizal Romadhon Dimakamkan di TMP, Tapi Minta di Kampung Halaman di Jogja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dina-minimarket-tribunmedan.jpg)