Banjir dan Longsor di Sumatera

Bencana Banjir di Sumatera Kerusakan Ekologis, dr Tifa Sebut Akibat Keserakahan Rezim Jokowi

Jokowi katanya mengumbar soal investasi dan pembangunan tanpa memikirkan dampak buruk terhadap lingkungan.

Tayang:
Tribunnews.com
BENCANA ALAM - Kolase Akademisi Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dan pencitraan udara wilyah terdampak banjir bandang Sumatera. Dokter Tifa menilai bencana ini bukan sekadar cuaca ekstrem, tetapi akibat kerusakan ekologis selama satu dekade lalu, era pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). 

Dalam renungannya, Dokter Tofa menilai masyarakat kini menanggung dampak dari rangkaian kebijakan yang membuka ruang bagi eksploitasi lingkungan. 

Banjir yang terjadi di Sumatera katanya sedang mengungkap apa yang dulu ditutup rapat oleh kekuasaan.

Banjir sedang berbicara dengan bahasa yang tidak bisa disensor, bahwa Sumatera telah dicabik-cabik demi ambisi politik, demi kepentingan modal, demi citra penguasa yang dibangun di atas tanah yang perlahan mati.

"Aku tidak pernah melihat banjir semasif ini tanpa melihat sekaligus peta kebijakan rezim sebelumnya," imbuhnya.

Dan dari peta itu, Dokter Tifa melihat satu hal, yakni rezim Jokowi mengizinkan bumi dirusak sampai tak mampu lagi menolak.

Akibatnya, masyarakat sekarang harus membayar harga mahal, dari rumah hilang, ladang hanyut, penduduk mengungsi, nyawa melayang.

"Dan semua itu lahir dari tangan pejabat yang dulu begitu mudah memberikan izin, seperti menandatangani kuitansi, tanpa pernah mau melihat bahwa di baliknya ada jutaan manusia yang akan menanggung akibat," jelanya.

Ia berharap pemerintah pusat mengambil langkah cepat untuk memulihkan kondisi lingkungan dan memperkuat mitigasi bencana di wilayah-wilayah rawan. 

Ia juga menyampaikan doa agar Presiden RI, Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian dan solusi bagi warga yang terdampak banjir di Sumatera.

"Banjir Sumatera adalah amputasi terakhir dari tubuh ekologis yang telah disiksa terlalu lama. Dan kita-rakyat-dipaksa menjadi saksi. Saksi yang tahu bahwa banjir ini tidak datang sendiri." ungkap Dokter Tifa. 

"Ia lahir dari kebijakan yang salah, dari keserakahan yang dilegalkan, dari penguasa yang lebih mencintai pencitraan daripada tanah airnya sendiri," tegasnya. 

Dirinya kembali menegaskan, sejarah mencatat bencana yang terjadi di Sumatera bukan sekadar bencana.

Bencana alam itu dinilainya sebagai vonis alam terhadap rezim yang telah menggali lubang bagi rakyatnya sendiri.

"Semoga Presiden @Prabowo bisa menghentikan semua kejahatan ini, dan memberikan solusi cepat bagi rakyat Sumatera. Amiin," ungkap Dokter Tifa.

"Hasbunallah wani'mal wakil, nikmal maula wani'man nashiir. La haula wala quwwata ila billah," tutupnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved