Breaking News
Selasa, 7 Juli 2026

Medan Terkini

6 Bulan Peluru Masih Bersarang di Kaki, Ibu Terdakwa Tawuran Tak Terima Anaknya Diperlukan Teroris

Kata dia, kedua kaki Fadly ditembak dan hingga saat ini sudah enam bulan peluru tersebut masih bersarang di kaki Fadly.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Anugrah Nasution
KASUS TAWURAN - Tim penasihat hukum (PH) Fadly, Dedy Daulay dan Jery Panjaitan saat menunjukkan foto kondisi terdakwa. Fadly didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Belawan melakukan pembunuhan terhadap seorang pria bernama M Dian Iqbal Saragih dengan menggunakan roket suar atau parachute (SOS) saat aksi tawuran di Belawan.  

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa pembunuhan terhadap seorang pria bernama M Dian Iqbal Saragih dengan menggunakan roket suar atau parachute (SOS) saat aksi tawuran di Belawan yakni Fadli diduga masih bersarang peluru di kakinya.

Peluru tersebut masih berada di kaki selama kurang lebih enam bulan semenjak Fadli ditangkap polisi.

Pengakuan itu diutarakan oleh Ibu kandung Fadli saat bertemu wartawan Tribun-Medan.com, Selasa (7/7/2026).

Bahkan Fatmawati, ibu kandung dari terdakwa Fadly Lukman Simanjuntak menangis meminta bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Fadly didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Belawan melakukan pembunuhan terhadap seorang pria bernama M Dian Iqbal Saragih dengan menggunakan roket suar atau parachute (SOS) saat aksi tawuran di Belawan. 

Fatmawati sambil menangis menceritakan bahwa saat proses penangkapan, anaknya diperlakukan tak manusiawi oleh aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan. 

Kata dia, kedua kaki Fadly ditembak dan hingga saat ini sudah enam bulan peluru tersebut masih bersarang di kaki Fadly.

Baca juga: Kronologi Awal Wanita Duduk di Rel Ditabrak Kereta Api, Kesaksian Warga Sebelum Lihat Korban Tewas

"Kami enggak terima, anak kami diperlakukan seperti itu. Dia bukan teroris. Teroris saja enggak seperti itu diperlakukan. Kami sangat kecewa. Peluru itu harusnya setelah ditembak prosedurnya harus diangkat. Ternyata sudah jalan enam bulan kakinya masih ada pelurunya," ucap Fatmawati, Senin (6/7/2025) malam.

Dengan suara berat, ia mengemukakan kondisi anaknya serba kesulitan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Labuhan Deli. 

Sejak ditembak, dikatakan Fatmawati, anaknya tidak mendapatkan perawatan atau penanganan medis yang memadai. 

"Bahkan sekarang sudah bernanah lagi kakinya. Kami kemarin datangi penyidik Polres Pelabuhan Belawan yang namanya Bapak Tomi, tapi kami malah dimarahin, disuruh pulang, disuruh belajar lagi. Anak kami masih sakit. Dengan kondisi kakinya itu, susah dia berjalan. Kakinya yang patah itu membengkok, yang kanan mengecil," tuturnya menangis. 

Ia menjelaskan, kedua kaki anaknya bukan hanya ditembak, melainkan juga dipijak dan ditendang hingga akhirnya patah. 

Baca juga: Insiden Blackout Sumatera, Bareskrim Bantu Kortas Tipidkor Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batubara

Kendati demikian, Fatmawati tak menampik bahwa anaknya ikut dalam aksi tawuran tersebut. Namun, dia sangat yakin bukan anaknya pelaku sebenarnya pembunuhan Dian. 

"Tolong kasih keadilan sama anak kami dan tolong kakinya itu pelurunya segera dikeluarkan. Ada yang bisa bantu. Saya minta tolong bantulah Pak Presiden, Pak DPR Hinca Panjaitan tolong bantuannya.

Anak kami itu kakinya sudah enam bulan pelurunya belum dikeluarkan, Pak. Apa kayak gitu standar operasional prosedur (SOP) dari polisi?

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 02:00 WIB
Portugal
Portugal
0 - 1
Spain
Spanyol
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 07:00 WIB
United States
Amerika Serikat
1 - 4
Belgium
Belgia
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 23:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Egypt
Mesir
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved