Berita Medan
Viral 2 Pria Mengatasnamakan RT Lakukan Pungli ke Pedagang Pakaian, Minta Uang Perbaikan Lampu Jalan
Kedua pria tersebut mengutip uang dan melakukan pengancaman kepada pemilik toko baju dan tas yang berada di kawasan pinggiran jalan Besar Tembung.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Viral di media sosial Instagram aksi dua orang pria mengaku mengatasnamakan dari Rukun Tetangga (RT) 09, dengan mengutip uang pembangunan jalan dan perbaikan lampu jalan umum, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kedua pria tersebut mengutip uang dan melakukan pengancaman kepada pemilik toko baju dan tas yang berada di kawasan pinggiran jalan Besar Tembung.
Hal itu dibenarkan oleh korban, Sity Kholijah Sipahutar (34), ia mengatakan bahwa persoalan pungutan liar yang mengatasnamakan RT 09 itu sudah berdamai.
Dimana kedua pria bersangkutan tersebut di dampingi oleh Kepala Dusun XI, Desa Bandar Klippa, mendatanginya untuk meminta maaf, pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
"Terkait yang masalah soal pungli semalam yang bersangkutan dengan aparatur desa, sudah meminta maaf kepada saya. Dan itu memang pungli liar dan keduanya mengaku salah dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Nah jadi, masalahnya sudah clear dan sudah selesai," ucap Sity Kholijah Sipahutar saat ditemui Tribun Medan dilokasi, Senin (6/7/2026).
Menurut sity, kedua pria yang mendatanginya bukanlah merupakan bagian Desa Bandar Klippa untuk meminta sejumlah uang pembangunan jalan dan perbaikan lampu jalan umum.
"Tapi pada saat mereka ke sini, dia (pungli) mengaku memang dia itu petugas dari desa, RT," lanjutnya.
Lebih lanjut, Sity menjelaskan bahwa penghasilan penjualan baju dan tas miliknya yang tidak seberapa ini, ia terpaksa memberikan uang senilai Rp 50 ribu kepada kedua pria tersebut.
Sity Kholijah Sipahutar mengaku selama kurang lebih 12 tahun tinggal di kawasan Jalan Besar Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, merasa terkejut dengan adanya pengutipan untuk perbaikan lampu jalan umum. Sementara itu, dirinya biasanya diminta kutipan uang untuk memeriahkan 17 Agustus.
"Makanya saya semalam itu kaget. Biasanya, kalau pun kutipan untuk 17 Agustus. wajarlah itupun partisipasi seikhlas hati. Mau berapa aja kita kasih, boleh. Tidak ada paksaan," ungkapnya.
Sementara itu, kedua pria yang mengatasnamakan RT 09 ini sempat melakukan pengancaman kepada dirinya.
"Dia mengeluarkan kata-kata yang mengarah ancaman. Makanya saya kasih dan kebetulan juga ada pelanggan saya yang sedang belanja, supaya cepat dia pergi," lanjutnya.
Sementara itu, Tika (24) pedagang lainnya membenarkan bahwa dirinya juga mendapat pungutan liar dari kedua pria yang mengatasnamakan dari RT 09.
Namun kedua pria tersebut hanya meninggal amplop berwarna putih kosong kepadanya dan akan kembali lagi jika amplop tersebut sudah diisikan uang.
"Iya dikasih juga. Katanya besok lagi aku kembali ya. Kakak isi aja nanti. Katanya gitu, aku belum ngasih, masih nanya pedagang lain. Cuma katanya gini, "ini ya Kak, amplop nanti kakak baca terus kakak kasih seikhlasnya." tuturnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Khitanan Massal 200 Anak di Medan Deli, Diharapkan Menginspirasi Semua Kecamatan |
|
|---|
| Stevan Pasaribu Akan Ramaikan Nobar Piala Dunia 2026 di The Plaza Millennium |
|
|---|
| Disabilitas dan Perempuan Dibina Jadi Profesional, Rico Waas Buka Jalan Loker hingga Luar Negeri |
|
|---|
| Imigrasi Medan Ungkap Jaringan Love Scamming Incar Warga Jepang , 7 WNA Diamankan, |
|
|---|
| Viral Surat Permintaan Dana Rp7,3 Juta, Kadus: Itu Tagihan Perbaikan Lampu Jalan dari Mantan RT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PUNGLI-Dua-orang-pria-melakukan-pungutan-liar.jpg)