Sumut Terkini
Semen Langka di Tanjungbalai, Harga Meroket hingga Ancam Pembangunan Daerah
Di sejumlah toko bangunan di Kota Tanjungbalai, sudah kini sulit dapati adanya stok semen yang tersedia.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI- Proyek pembangunan daerah terancam merugikan hingga terhenti akibat naiknya harga semen di sejumlah daerah.
Seperti di Kota Tanjungbalai, tak hanya mengalami kenaikan harga, stok semen juga tidak banyak.
Sehingga, kenaikan harga terus terjadi.
Di sejumlah toko bangunan di Kota Tanjungbalai, sudah kini sulit dapati adanya stok semen yang tersedia.
Baca juga: Satpol PP Deli Serdang Diduga Aniaya Remaja di Patumbak, Korban Digebuki hingga Disunduti Api Rokok
Baca juga: KPK Bantah Isu Kebocoran Informasi Internal Terkait OTT terhadap Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Baca juga: Korupsi Dana BBM, Camat Polonia Medan dan Dua Lainnya Divonis 16 Bulan
Tety, pemilik panglong Sinar Family, mengaku sejak dua pekan terakhir semen memang sulit untuk didapat.
Terlebih, saat ini Kota Tanjungbalai hanya memiliki satu pemasok saja dari Belawan, Sumatera Utara.
"Sejak dua Minggu inilah. Dua Minggu ini susah untuk dapat semen, kamipun dapat dari Asahan, Batubara dengan harga yang tinggi," kata Tetty pemilik panglong Sinar Family, Senin (6/7/2026).
Lanjutnya, karena mengambil tidak di distributor, maka harga melambung tinggi.
"Seperti kami ini, sekarang ambil di Sei Balai, mereka jual ke masyarakat 90, kami minta juga 200 sak, cuma di kasih 20 sak," ungkapnya.
Ia mengaku, nyawa dari toko bangunan adalah semen. Sebab, semen menjadi pondasi orang untuk belanja lainnya.
Selain itu, Hadut, pemilik toko bangunan Tunas Mandiri di Jalan Alteri, Kota Tanjungbalai mengaku memang ada pengurangan dari pihak distributor ke pengecer di Kota Tanjungbalai.
Menurutnya, pengurangan ini terjadi sejak sebulan terakhir. Yang semula dalam sepekan dapat pasokan 1.600 sak semen, kini hanya 800 sak semen.
"Memang masuk berkurang dari yang semula seminggu itu masuk dua truk, sekarang cuma masuk sekali," kata Hadut.
Selain itu, dengan sikitnya barang ini, harga juga berangsur naik hingga kini menembus angka Rp 80 ribu.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pria Inisial WP Diringkus Polres Humbahas, Simpan Sabu dalam Bungkus Korek Api |
|
|---|
| Proyek Mebel Rp 48,4 M di Disdik Langkat Kejar Tayang, Negosiasi Hanya 4-8 Jam Saja pada Dinihari |
|
|---|
| Pria di Langkat tak Berkutik saat Diringkus, Polisi Sita 83,50 Gram Sabu |
|
|---|
| Ondim Ditahan KPK, Mendagri Tetapkan Tiorita Br Surbakti Plt Bupati Langkat |
|
|---|
| Masih Dipatsus, Bid Propam Segera Sidangkan Polisi yang Sengaja Tabrak Warga Buntut Curiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kota-Tanjungbalai-krisis-semen-mulai-langkah-hingga-kenaikan.jpg)